
PROSESNEWS.ID – Direktorat Samapta Polda Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyakit masyarakat melalui pelaksanaan Patroli Perintis Presisi 2026. Dalam patroli tersebut, petugas berhasil menyita sebanyak 97 botol minuman keras (miras) ilegal dari tiga lokasi berbeda di wilayah Gorontalo.
Patroli yang dipimpin Ipda Almario A. Waworundeng itu melibatkan 16 personel Tim 3P Direktorat Samapta Polda Gorontalo. Kegiatan dimulai sejak Sabtu malam, 9 Mei 2026, sekitar pukul 23.00 Wita hingga Minggu dini hari.
Berbekal informasi dari masyarakat, tim pertama kali bergerak ke sebuah rumah di Desa Talango, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, sekitar pukul 02.05 Wita. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan seorang warga berinisial DD (54) beserta barang bukti berupa 12 botol Bir Bintang dan tujuh botol Cap Tikus.
Lebih lanjut, Almario mengatakan sekitar pukul 02.44 Wita tim kembali bergerak menuju Desa Padengo, Kecamatan Kabila. Di lokasi kedua itu, petugas menyita enam botol Kasegaran, 11 botol Bir Bintang, serta 25 botol Cap Tikus dari tangan MRM (32).
Patroli kemudian dilanjutkan ke wilayah Kota Gorontalo. Sekitar pukul 05.40 Wita, tim mengamankan seorang warga berinisial R (36) di Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah. Dari lokasi tersebut, petugas menyita 29 botol Cap Tikus dan tujuh botol Bir Bintang.
“Di sela penindakan, Tim 3P juga membubarkan sekelompok remaja yang nongkrong di area Kantor Bupati dan Kantor Pertanahan Kabupaten Gorontalo pukul 01.00 Wita serta warga yang kedapatan mengonsumsi miras di pinggir jalan Kelurahan Ipilo pukul 04.02 Wita dan Miras yang dikonsumsi langsung kami dimusnahkan di tempat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol. Satrya Perdana P. Tarung Binti, menegaskan seluruh barang bukti yang diamankan saat ini telah dibawa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Ia mengatakan Patroli Perintis Presisi yang menyasar berbagai penyakit masyarakat, seperti narkoba, miras, judi, prostitusi, tawuran, hingga balap liar, akan terus digencarkan dengan mengedepankan pendekatan humanis.
“Patroli Perintis Presisi yang menyasar narkoba, miras, judi, prostitusi, tawuran, dan balap liar ini akan terus digencarkan dengan mengedepankan pendekatan humanis,” tutup KBP Satrya.
Reporter: Sandri











