
PROSESNEWS.ID – Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026 menargetkan 7.500 peserta. Jumlah tersebut menjadi target tertinggi sejak ajang lari ini pertama kali digelar di Gorontalo pada 2024.
Target itu disampaikan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Olahraga (Disparekrafpora) Gorontalo dalam konferensi pers pembukaan pendaftaran GHM 2026 di Aula Kantor Disparekrafpora Gorontalo, Selasa (1/9/2026).
Kepala Disparekrafpora Gorontalo yang juga Ketua Panitia GHM 2026, Sultan Kalupe, mengatakan peningkatan target peserta sejalan dengan perkembangan jumlah pelari dalam dua edisi sebelumnya.
Pada 2024, GHM diikuti sekitar 2.500 peserta. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 5.000 peserta pada pelaksanaan 2025.
“Target untuk tahun 2026 adalah 7.500 peserta, sebagai ketua panitia, saya ditunjuk oleh pemerintah untuk memimpin penyelenggaraan acara ini,” ujar Sultan.
Selain meningkatkan jumlah peserta, panitia juga menaikkan total bonus bagi para juara menjadi Rp250 juta, dibandingkan Rp200 juta pada penyelenggaraan sebelumnya.
Peluang meraih penghargaan juga diperluas. Jika sebelumnya persaingan juara lebih terbatas, tahun ini panitia akan menentukan pemenang hingga peringkat kelima.
Perluasan kategori tersebut diharapkan memberikan kesempatan lebih besar, khususnya bagi pelari lokal Gorontalo, untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.
Di tengah peningkatan jumlah peserta, aspek keselamatan menjadi salah satu perhatian utama penyelenggara. Setiap peserta GHM 2026 nantinya diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis yang disiapkan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan selama perlombaan, terutama dengan adanya sejumlah insiden dalam penyelenggaraan maraton di daerah lain.
“Kesehatan peserta juga menjadi perhatian utama. Mengingat beberapa insiden tragis yang terjadi di maraton lain, kami akan mewajibkan setiap peserta untuk menjalani tes kesehatan gratis yang disediakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan,” kata Sultan.
Peserta yang diketahui memiliki kondisi kesehatan tertentu nantinya akan mendapatkan penanda khusus. Penanda tersebut menjadi bagian dari upaya panitia agar kondisi peserta lebih mudah dipantau selama perlombaan.
Perlindungan peserta juga diperkuat melalui fasilitas asuransi. Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menggandeng perusahaan asuransi untuk memberikan perlindungan kepada seluruh peserta GHM 2026.
Selain kesehatan dan keselamatan, panitia turut melakukan pembenahan dari sisi manajemen penyelenggaraan. Evaluasi terhadap berbagai kekurangan pada pelaksanaan tahun sebelumnya menjadi dasar perbaikan organisasi GHM tahun ini.
Rangkaian GHM 2026 akan memasuki momentum peluncuran resmi pada 12 September 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung di GPCC dan dirangkaikan dengan Gorontalo Karnaval Karawo.
Untuk mengejar target 7.500 peserta, panitia tidak hanya mengandalkan pendaftaran dari dalam daerah. Sosialisasi juga akan dilakukan di sejumlah kota besar di Sulawesi.
Manado dan Palu menjadi sasaran promosi untuk menjaring lebih banyak pelari dari luar Gorontalo. Strategi tersebut diharapkan turut memperkuat GHM sebagai ajang olahraga yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah.












