
PROSESNEWS.ID – Aktivitas penerbangan dan pergerakan penumpang di Bandara Djalaludin Gorontalo mengalami penurunan selama periode libur Tahun Baru. Hal tersebut terungkap setelah penutupan Posko Terpadu Tahun Baru yang berlangsung hingga 5 Januari 2025.
Penutupan posko dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia oleh Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari evaluasi arus transportasi udara selama libur akhir tahun.
Kepala Bandara Djalaludin Gorontalo, Joko Harjani menyampaikan, berdasarkan data operasional, terjadi penurunan jumlah penerbangan selama periode posko dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Untuk pergerakan pesawat yang tercatat sejak 18 Desember hingga 5 Januari mengalami penurunan sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Joko.
Selain pergerakan pesawat, jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara juga tercatat menurun. Pada periode libur tahun sebelumnya, jumlah penumpang mencapai 17.199 orang.
Sementara pada periode yang sama tahun ini tercatat sebanyak 15.291 penumpang atau turun sekitar 11 persen.
Meski demikian, Joko memastikan, selama masa posko berlangsung tidak terdapat kejadian menonjol. Operasional bandara berjalan lancar tanpa adanya gangguan maupun keluhan dari masyarakat.
“Alhamdulillah, tidak ada laporan harga tiket mahal atau melebihi ketentuan. Selama masa Nataru, harga tiket tetap sesuai aturan dengan diskon sebesar 13 hingga 14 persen,” jelasnya.
Ia juga menambahka, kelancaran pelaksanaan posko tidak terlepas dari sinergi lintas sektor yang terjalin dengan baik di lingkungan bandara.
“Kami berkolaborasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan, BMKG, AirNav Indonesia, operator penerbangan, ground handling, TNI-Polri, Basarnas, serta Dinas Kesehatan Kabupaten. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” pungkasnya.














