
PROSESNEWS.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Gorontalo menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V di Hotel Fox, Minggu (5/7/2026).
Musda tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, beserta jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail, mengatakan Musda merupakan agenda organisasi yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan secara demokrasi.
Menurutnya, Partai Demokrat sejak awal berkomitmen menjaga nilai-nilai demokrasi dalam setiap proses pergantian kepemimpinan. Komitmen tersebut, kata dia, menjadi bagian dari garis perjuangan partai yang telah dibangun sejak masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Demokrat tetap menjaga proses pergantian maupun pembinaan kepemimpinan secara demokratis. Ini adalah konsekuensi dari garis perjuangan Partai Demokrat yang selalu menjaga demokrasi. Ketika Pak SBY menjadi Presiden, beliau juga menjaga demokrasi di Indonesia,” ujar Erwin.
Erwin menjelaskan, peluang munculnya lebih dari satu calon ketua dalam Musda tetap terbuka sesuai mekanisme organisasi. Menurutnya, dinamika politik merupakan hal yang wajar dalam sebuah partai politik.
“Bisa saja ada calon lain. Itu adalah realitas politik. Namun semuanya akan sangat bergantung pada proses setelah pembukaan Musda. Kalau melihat suasana dan dinamika kebatinan teman-teman kader saat ini, tentu semuanya akan mengikuti mekanisme yang berlaku,” katanya.
Lebih lanjut, Erwin menegaskan bahwa kepemimpinan di Partai Demokrat bukan semata-mata untuk memperoleh kewenangan dalam pengambilan keputusan, melainkan harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kepemimpinan di Demokrat bukan hanya sekadar menguasai pengambilan keputusan, tetapi bagaimana memberikan kontribusi yang nyata dan lebih besar kepada rakyat,” pungkas Erwin.
Musda V DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo menjadi forum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat daerah untuk periode mendatang. Forum tersebut juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sebagai persiapan menghadapi agenda politik berikutnya.











