
PROSESNEWS.ID – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mengambil langkah signifikan dalam pengembangan pendidikan kedokteran dengan membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran. Penerimaan ini akan berlangsung untuk tahun akademik 2026/2027, dimulai dari tanggal 25 Mei hingga 6 Juni 2026.
Kehadiran program spesialis ini menjadi tonggak baru bagi UNG dalam memperkuat layanan pendidikan kesehatan dan menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis di kawasan timur Indonesia.
Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim menyatakan, pembukaan penerimaan mahasiswa baru PPDS merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan dokter spesialis, baik melalui jalur reguler maupun kerja sama. Menurutnya, program ini dirancang untuk mendukung pembangunan kesehatan daerah dan membantu pemerataan tenaga medis spesialis, khususnya di wilayah yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
“Pembukaan program ini menjadi bagian dari komitmen UNG dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui penyediaan pendidikan dokter spesialis yang berkualitas,” ujar Cecy.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman https://pmb.ung.ac.id/. Calon mahasiswa diwajibkan mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah seluruh dokumen persyaratan yang diperlukan.
Tahapan pendaftaran akan dimulai dengan verifikasi berkas administrasi yang berlangsung dari tanggal 25 Mei hingga 9 Juni 2026, diikuti dengan pengumuman hasil seleksi administrasi pada tanggal 12 Juni 2026. Selanjutnya, calon mahasiswa akan mengikuti tes kesehatan pada tanggal 12 hingga 20 Juni 2026, dan seleksi tahap lanjutan pada tanggal 22 hingga 26 Juni 2026.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa baru PPDS ini merupakan bagian dari upaya UNG untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini. Ia berharap kehadiran program spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif dapat mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan spesialis, terutama di daerah yang mengalami kekurangan dokter spesialis.
“Pemerimaan mahasiswa baru ini menjadi awal penting bagi UNG dalam menghasilkan dokter spesialis yang kompeten dan siap mengabdi bagi masyarakat,” kata Eduart.
Ia menambahkan, melalui program tersebut, UNG berkomitmen untuk mengambil peran yang lebih besar dalam mencetak tenaga medis spesialis yang unggul secara akademik dan memiliki dedikasi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah timur Indonesia.













