
PROSESNEWS.ID – Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan penanganan kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, pada 12 Agustus 2025. Insiden tersebut melibatkan dua warga berinisial ASK dan HS.
Kapolres Gorontalo, AKBP Ki Ide Bagus Tri, melalui Kasi Humas Polres Gorontalo, IPTU Wawan Suryawan, mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak saling melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Gorontalo setelah terlibat perkelahian yang menyebabkan keduanya mengalami luka-luka.
Dalam peristiwa tersebut, ASK mengalami luka tusuk di bagian punggung akibat senjata tajam jenis pisau berukuran kurang lebih 10 cm yang digunakan oleh HS. Di sisi lain, HS juga mengalami luka robek di bagian pipi kanan dengan panjang sekitar 7,5 cm.
Wawan menjelaskan, penyidik telah melakukan langkah hukum secara profesional terhadap kedua laporan tersebut. Perkara penganiayaan dengan tersangka HS telah dinyatakan lengkap atau P21.
Polres Gorontalo juga telah melaksanakan Tahap II, yaitu penyerahan tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo untuk proses persidangan.
Sementara itu, untuk laporan yang diajukan oleh HS, penyidik Satuan Reskrim Polres Gorontalo telah menindaklanjutinya dengan mengirimkan berkas perkara (Tahap I) ke pihak kejaksaan.
Adapun terhadap terlapor ASK, pihak kepolisian tidak melakukan penahanan, namun yang bersangkutan dikenakan kewajiban wajib lapor.
“Kami pastikan kedua laporan tersebut diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Saat ini, satu perkara sudah diserahkan ke JPU, sementara perkara lainnya sedang dalam koordinasi intensif dengan pihak Kejaksaan,” ucap Wawan.
Polres Gorontalo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.













