
PROSESNEWS.ID — Komando Distrik Militer (Kodim) 1315 Kabupaten Gorontalo, terus mengambil peran dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Gorontalo. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembangunan 14 jembatan yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Komandan Kodim (Dandim) 1315 Kabupaten Gorontalo, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, mengatakan keterlibatan TNI dalam pembangunan merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di Markas Kodim 1315, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Jumat (21/8/2026).
Menurut Julius, pembangunan infrastruktur yang dikawal TNI tidak hanya mencakup jembatan, tetapi juga sejumlah fasilitas pendukung masyarakat, seperti saluran air, fasilitas umum, dan gedung Koperasi Merah Putih.
“Kami jajaran TNI berkomitmen untuk terus hadir dan berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai program pemerintah pusat, seperti pembangunan saluran air, gedung Koperasi Merah Putih, hingga infrastruktur jembatan, terus kami percepat pengerjaannya,” ujar Julius.
Dari total 14 jembatan yang ditangani, kata Julius, sebanyak tujuh titik telah rampung 100 persen dan telah diresmikan. Sementara tujuh jembatan lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Tujuh jembatan yang telah selesai terdiri atas dua jembatan gantung, satu jembatan beton, dan empat jembatan Armco.
Dua jembatan gantung tersebut berada di Desa Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai, serta Desa Hutuo, Kecamatan Limboto. Sementara jembatan beton berada di Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru.
Adapun empat jembatan Armco masing-masing berada di Desa Polohungo, Kecamatan Limboto; Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru; Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa; dan Desa Ilohelumo, Kecamatan Boliyohuto.
Sementara itu, tujuh jembatan yang masih dalam proses pembangunan terdiri atas dua jembatan gantung dan lima jembatan beton.
Jembatan gantung dibangun di Dusun Hungayomonu, Desa Bululi, Kecamatan Asparaga, serta Dusun Karya Tani, Desa Iloheluma, Kecamatan Boliyohuto.
Sedangkan lima jembatan beton berada di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru; Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa; Desa Karya Mukti dan Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango; serta Desa Iloheluma, Kecamatan Boliyohuto.
Pembangunan sejumlah jembatan tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardesa sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Julius menilai keberhasilan pembangunan di lapangan tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Menurutnya, partisipasi warga dalam bentuk swadaya menjadi salah satu faktor penting yang membuat proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Meskipun anggaran yang disediakan relatif efisien dan terbatas, proses pembangunan berjalan sangat baik dan lancar berkat bantuan swadaya serta partisipasi aktif dari warga,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara TNI dan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan daerah dapat dilakukan secara gotong royong.
“Ini membuktikan bahwa ketika TNI dan masyarakat bahu-membahu, keterbatasan anggaran bukan lagi hambatan untuk membangun daerah,” pungkasnya.
Reporter: Pian N. Peda












