PROSESNEWS.ID – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo memperkuat kolaborasi di bidang akademik dan kepolisian melalui pengembangan Pusat Studi Kepolisian. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNG dan Polda Gorontalo di Ruang Rapat Rektorat UNG, Jumat (21/8).
Pengembangan Pusat Studi Kepolisian menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan akademik perguruan tinggi dengan pengalaman serta kebutuhan institusi kepolisian. Kolaborasi ini membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan penelitian, kajian ilmiah, pendidikan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Rektor UNG yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Harto Malik, M.Hum., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran Pusat Studi Kepolisian di UNG dapat menjadi wadah untuk menghasilkan kajian akademik yang relevan dengan berbagai persoalan keamanan, hukum, dan pelayanan publik.
“Ini menjadi sebuah langkah strategis antara dunia akademik dan institusi kepolisian untuk berkolaborasi dalam mengembangkan penelitian, kajian ilmiah, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan perspektif berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Sinergi dengan institusi kepolisian diharapkan dapat menghasilkan penelitian dan rekomendasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Pusat Studi Kepolisian UNG nantinya diarahkan menjadi ruang pengembangan kajian berbasis pengetahuan dan riset yang dapat mendukung kebutuhan institusi kepolisian maupun masyarakat. Berbagai isu strategis, mulai dari keamanan, hukum, ketertiban, hingga pelayanan publik, dapat dikaji melalui pendekatan multidisipliner dengan melibatkan dosen, peneliti, mahasiswa, serta unsur kepolisian.
UNG juga menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan Pusat Studi Kepolisian dengan menyiapkan sumber daya manusia yang dimiliki universitas. Para dosen dan peneliti akan didorong untuk terlibat aktif dalam berbagai program yang dikembangkan melalui pusat studi tersebut.
“Kolaborasi UNG dan Polda Gorontalo sekaligus menjadi bagian dari upaya universitas mengimplementasikan konsep kampus berdampak melalui penguatan tiga pilar tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkas Harto.
Melalui pengembangan Pusat Studi Kepolisian, kerja sama UNG dan Polda Gorontalo diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang menghasilkan kajian, penelitian, dan rekomendasi yang relevan bagi kebutuhan kepolisian serta masyarakat.










