Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

UNG Ubah Limbah Jagung dan Daun Pepaya Jadi Penangkal Nyamuk

Editor by Editor
23 Agu 2026 23:41
in Universitas Negeri Gorontalo

PROSESNEWS.ID – Malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang belum tuntas, termasuk di Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina ini masih bersanding dengan tuberkulosis dan HIV/AIDS sebagai prioritas penanganan kesehatan nasional. Wilayah beriklim tropis dengan suhu hangat dan kelembapan tinggi, seperti sebagian besar wilayah Indonesia, menjadi habitat ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak dengan cepat.

Selama ini, masyarakat umumnya mengandalkan produk repelan komersial sebagai langkah pencegahan. Sayangnya, mayoritas produk yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia sintetis bernama DEET (N,N-Diethyl-meta-toluamide). Meski efektif, penggunaan DEET dalam jangka panjang atau konsentrasi tinggi berisiko memicu iritasi kulit, reaksi alergi, efek neurotoksik, hingga gangguan sistem saraf. Lebih jauh, residunya berpotensi mencemari ekosistem tanah dan perairan.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) — La Ode Aman, Dizky Ramadani Putri Papeo, dan Yuniarty Antu — menginisiasi sebuah inovasi ramah lingkungan bernama Eco-Repel Spray. Yang menarik, bahan utamanya bukan sesuatu yang jauh atau mahal: melainkan rambut jagung (Zea mays L.) dan daun pepaya (Carica papaya L.) — dua bahan lokal yang melimpah dan selama ini kerap dianggap sebagai limbah pertanian.

Melalui pendekatan Community-Based Participatory Approach (CBPA), inovasi ini telah disosialisasikan dan diterapkan secara langsung kepada masyarakat di Desa Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Sinergi Dua Tanaman, Perlindungan Berlipat

Secara ilmiah, kombinasi kedua ekstrak tanaman ini terbukti menghasilkan efek sinergis yang memperpanjang durasi perlindungan dari gigitan nyamuk.

Rambut jagung kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung senyawa volatil yang mudah menguap dan mengeluarkan aroma khas yang mampu mengacaukan reseptor penciuman nyamuk dewasa, sehingga menurunkan kemampuannya mendeteksi manusia sebagai inang. Selain itu, rambut jagung juga mengandung senyawa norbergenin yang terbukti efektif menghambat pertumbuhan parasit malaria.

Sementara itu, daun pepaya yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional mengandung alkaloid papain, saponin, flavonoid, dan fenolik. Senyawa alkaloid bekerja mengganggu proses metabolisme parasit di dalam sel darah merah, sementara kandungan flavonoidnya memberikan efek repelan yang signifikan terhadap nyamuk.

Mudah Dibuat, Aman untuk Seluruh Keluarga

Salah satu keunggulan Eco-Repel Spray adalah proses pembuatannya yang sederhana, murah, dan dapat dipraktikkan langsung dalam skala rumah tangga. Berikut tahapannya:

  1. Persiapan bahan — Cuci bersih 50–100 gram rambut jagung dan 10–15 helai daun pepaya segar.
  2. Perebusan — Rebus kedua bahan dalam 1.000 ml air bersih selama 20–30 menit, saring menggunakan kain kasa, lalu dinginkan hingga suhu ruang.
  3. Pencampuran pelarut dan aroma — Di wadah terpisah, campurkan 100 ml etanol 70% dengan 1 ml minyak sereh (citronella oil). Minyak sereh ditambahkan karena mengandung senyawa geraniol dan citronellal yang juga dikenal tidak disukai nyamuk.
  4. Finalisasi — Masukkan air rebusan ekstrak tanaman secara bertahap ke dalam campuran alkohol dan minyak sereh sambil diaduk hingga menyatu. Tuangkan ke dalam botol semprot steril, dan produk siap digunakan.

Formulasi yang bebas dari bahan kimia sintetik menjadikan produk ini relatif aman digunakan oleh seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak dan ibu hamil.

Lebih dari Sekadar Repelan: Wujud Nyata Pembangunan Berkelanjutan

Inovasi Eco-Repel Spray tidak hanya menjadi langkah maju di sektor kesehatan masyarakat, tetapi juga merupakan wujud nyata dari konsep pembangunan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan limbah organik, inovasi ini mengintegrasikan tiga pilar sekaligus: kesehatan manusia, kelestarian lingkungan melalui prinsip zero waste, serta penguatan ekonomi lokal.

Inisiatif berbasis komunitas ini juga sejalan dengan pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-3 mengenai Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, serta Tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Ke depannya, produk berbasis bahan alam lokal ini berpotensi besar dikembangkan menjadi komoditas usaha mikro atau ekonomi kreatif desa, guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Sebuah bukti bahwa inovasi besar tidak selalu bermula dari laboratorium canggih — kadang, ia lahir dari halaman rumah sendiri.

ShareTweetSendSharePin

Berita Terkait

UNG dan Polda Gorontalo Kembangkan Pusat Studi Kepolisian Berbasis Riset

by Editor
23 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo memperkuat kolaborasi di bidang akademik dan kepolisian melalui pengembangan...

FEB UNG Dorong Dosen PA Aktif Pantau Perkembangan Studi Mahasiswa

by Editor
23 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID - Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Irawati Abdul menegaskan pentingnya...

Forum Anak Diperkuat hingga Desa, Pemkab Gorontalo Tekan Pernikahan Dini

by Editor
23 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong penguatan Forum Anak hingga tingkat kecamatan dan desa sebagai bagian dari strategi mencegah perkawinan...

Kesal Soal Nafkah, Pria Diduga Aniaya Korban dengan Badik 15 Kali Tusukan

by Editor
22 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Gorontalo Kota mengamankan seorang pria berinisial FM (26), terduga pelaku penganiayaan...

Curi 200 Kg Kopra, 4 Warga Tibawa Diamankan Polisi

by Editor
22 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Gorontalo berhasil mengungkap kasus pencurian kopra di Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa....

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Hukum

Kesal Soal Nafkah, Pria Diduga Aniaya Korban dengan Badik 15 Kali Tusukan

by Editor
22 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Gorontalo Kota mengamankan seorang pria berinisial FM (26), terduga pelaku penganiayaan...

Curi 200 Kg Kopra, 4 Warga Tibawa Diamankan Polisi

22 Agu 2026

TNI Kawal Pembangunan Infrastruktur, Tangani 14 Jembatan di Kabupaten Gorontalo

22 Agu 2026

UNG Ubah Limbah Jagung dan Daun Pepaya Jadi Penangkal Nyamuk

23 Agu 2026

UNG dan Polda Gorontalo Kembangkan Pusat Studi Kepolisian Berbasis Riset

23 Agu 2026

FEB UNG Dorong Dosen PA Aktif Pantau Perkembangan Studi Mahasiswa

23 Agu 2026

TERBARU

UNG Ubah Limbah Jagung dan Daun Pepaya Jadi Penangkal Nyamuk

23 Agu 2026

UNG dan Polda Gorontalo Kembangkan Pusat Studi Kepolisian Berbasis Riset

23 Agu 2026

FEB UNG Dorong Dosen PA Aktif Pantau Perkembangan Studi Mahasiswa

23 Agu 2026

Forum Anak Diperkuat hingga Desa, Pemkab Gorontalo Tekan Pernikahan Dini

23 Agu 2026

Kesal Soal Nafkah, Pria Diduga Aniaya Korban dengan Badik 15 Kali Tusukan

22 Agu 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.