
PROSESNEWS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat bisa terdepresiasi ke level 15.005 rupiah per dolar AS akibat mewabahnya virus corona. Salah satunya disebabkan oleh banyaknya dana asing yang ditarik keluar dari Indonesia.
“Kalau seandainya terus keluar dari Pasar Indonesia, yang terjadi rupiah akan terus mengalami pelemahan. Bisa saja dia akan kembali ke 15.005 per dolar AS. itu sangat mungkin sekali dalam hitungan hari,” kata Ibrahim.
Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), jumlah dana asing yang keluar dari Indonesia sejak awal 2020 telah mencapai angka Rp 30,8 triliun. Menurut Ibrahim, hal tersebut mengindikasikan bahwa pasar modal dalam negeri juga terus melemah.
“Itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN), obligasi yang sebesar Rp 26,2 triliun, dibanding saham yang hanya Rp 4,1 miliar. Artinya apa? Di bulan Februari ini dana asing yang keluar dari pasar modal cukup luar biasa,” sebutnya.
Jika penyebaran virus Corona belum juga dapat teratasi dalam waktu dekat, Ibrahim menyatakan bahwa itu akan berakibat pada kurs rupiah yang semakin terpuruk.
“Iya, pasti. Karena kita tahu WHO pun juga mengatakan bahwa virus corona ini berpotensi menjadi pandemik. Kita tahu bahwa penyebaran virus corona ini menurut WHO di luar dugaan,” ucap dia.

Berdasarkan data Google, pada Senin ini rupiah dibuka di angka 15.000 per dolar AS.













