
PROSESNEWS.ID – Baru-baru ini, pemberitaan RGOL.ID yang memuat desakan sejumlah kader Partai Golkar agar Fraksi Golkar di Deprov bersikap terhadap langkah Gubernur Gorontalo, termasuk isu penempatan Komisaris Independen di BSG, memicu beragam respons di internal partai.
Dalam berita itu disebutkan adanya dorongan agar Fraksi Golkar segera menunjukkan sikap politik, bahkan isu tersebut dikaitkan dengan komitmen partai dalam mengawal pemerintahan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie. Beritu itu pun ikut menyinggung dinamika koalisi dan menyebut adanya kegelisahan sebagian kader.
Menanggapi hal itu, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Gorontalo, Romatun Alamri, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, ia menegaskan, sikap resmi partai Golkar tetap konsisten sejak awal, Senin (23/2/2026).
“Golkar itu tetap solid mengawal pemerintah Gusnar-Idah hingga akhir masa jabatan. Karena komitmen kita di awal memasangkan Gusnar-Idah,” tegasnya saat dikonfirmasi.
Romatun juga membantah adanya isu yang dapat memecah hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur serta memengaruhi posisi politik Golkar.
“Terkait isu-isu yang memecah belah antara Pak Gusnar dan Ibu Idah, itu tidak punya pengaruh terhadap sikap Partai Golkar,” bantahnya.
Demikian dengan penempatan Komisaris BSG yang turut disorot dalam pemberitaan, ia menegaskan, hal tersebut tidak berkaitan dengan komitmen politik Golkar dalam mengawal pemerintahan.
“Soal isu-isu Komisaris BSG, itu di luar komitmen Golkar mengawal pemerintahan Gusnar-Idah, itu ranahnya di luar. Itu tidak ada hubungan,” tutupnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan, bahwa Golkar tetap berada dalam barisan Koalisi GAS dan berkomitmen menjaga stabilitas pemerintahan hingga akhir periode jabatan.














