
PROSESNEWS.ID – Kasus tuberkulosis (TBC) di Provinsi Gorontalo tercatat masih cukup tinggi. Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus mencapai 6.949 dan menempatkan Gorontalo pada peringkat ke-15 secara nasional.
Secara global, Indonesia sendiri masih menjadi salah satu negara dengan beban TBC terbesar di dunia. Bahkan, Indonesia menempati posisi kedua dengan estimasi sekitar 969 ribu kasus baru pada 2022 atau sekitar 10 persen dari total kasus dunia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian TBC masih menjadi tantangan serius, termasuk di daerah. Upaya penanganan tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan maupun fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Hasil penelitian yang dilakukan akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penularan serta mendukung proses pengobatan pasien TBC.
Kesadaran masyarakat terhadap gejala, deteksi dini, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan menjadi kunci utama dalam menekan angka penyebaran penyakit ini. Tanpa dukungan tersebut, upaya eliminasi TBC akan sulit tercapai secara optimal.














