
PROSESNEWS.ID — Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap seorang siswa beredar luas di media sosial dan menuai sorotan publik. Video tersebut diunggah melalui akun Facebook Fatra Amara.
Diketahui, siswa dalam video tersebut berasal dari SMP Negeri 8 Satap Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Kepala Sekolah (Kepsek) Imran Rahman mengungkapkan bahwa kejadian tersebut terjadi di luar jam sekolah.
Adapun kronologi kejadian, Imran menyebut insiden bermula dari persoalan salah paham saat saling pandang, yang kemudian berujung pada dugaan pemukulan.
“Jadi dari keterangan, terduga pelaku tidak terima dilihat dari bawah hingga ke atas oleh korban, mungkin dia merasa dilecehkan atau apa bgtu,” jelas Imran.
Meski demikian, Imran mengatakan pihak sekolah telah mempertemukan orang tua kedua belah pihak, serta melibatkan pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan mediasi.
Namun, kata Imran, dari pertemuan tersebut tidak tercapai kesepakatan damai, sehingga kasus ini akan berlanjut ke aparat kepolisian.
“Jadi orang tua pelaku yang minta untuk dilaporkan, biar ada efek jerah juga untuk anaknya, dan juga bisa jadi pelajaran untuk anak-anak yang lainnya,” tambahnya.
Untuk diketahui, terduga pelaku merupakan siswa kelas IX, sementara korban masih duduk di bangku kelas VII.











