Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Peristiwa Hukum

KAMMI Gorontalo Gelar Aksi Angkat Isu ATS, Kesejahteraan Guru, hingga Kekerasan di Sekolah

Editor by Editor
6 Mei 2026 15:18
in Hukum, Peristiwa

PROSESNEWS.ID – Saat tiba di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo sekitar pukul 14.00 WITA, massa aksi langsung menyampaikan tuntutan mereka di hadapan pihak dinas. Dalam orasinya, Koordinator Lapangan, Ary Saputra menegaskan, kondisi pendidikan saat ini berada dalam situasi darurat.

“Di hadapan Dinas Pendidikan hari ini, kami tegaskan bahwa kondisi pendidikan kita saat ini lagi tidak baik-baik saja. Ini adalah potret nyata kegagalan negara. Ada jutaan anak secara nasional dan puluhan ribu di daerah Gorontalo kita yang tidak bersekolah, begitu juga kondisi guru hidup dalam ketidakpastian, dan anggaran pendidikan justru tidak tepat sasaran. Dan kami datang membawa kegelisahan rakyat, dan menuntut perbaikan dan penyelesaian secara konkrit dari negara,” tegas Ary saat menyampaikan tuntutan di lokasi aksi.

Ia juga menekankan, mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut.

“Kami berdiri di sini bukan untuk seremonial, tapi untuk memastikan bahwa pendidikan kembali pada fungsinya. Jika hari ini diabaikan, maka kita sedang merusak masa depan bangsa sendiri,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua KAMMI Wilayah Gorontalo, Rifaldi Halang, dalam penyampaiannya di hadapan pihak dinas menegaskan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap sektor pendidikan.

“Kami menyampaikan langsung di hadapan Dinas Pendidikan bahwa negara tidak boleh hanya hadir dalam angka anggaran. Pendidikan adalah hak dasar, dan pemerintah wajib memastikan akses, kualitas, serta kesejahteraan guru benar-benar terpenuhi. Jika tidak, maka klaim keberhasilan selama ini hanyalah ilusi semata,” tegas Rifaldi.

Ia juga menyoroti kondisi pendidikan di Gorontalo yang masih memprihatinkan.

“Di daerah ini sendiri, kita masih menghadapi 25.501 anak tidak sekolah, guru yang belum memiliki kepastian status, termasuk 329 guru non-database, serta kasus pelecehan seksual, hingga kekerasan dan perundungan di dunia pendidikan yang terus terjadi. Ini bukan sekadar catatan, ini adalah masalah yang harus segera diselesaikan,” lanjutnya.

Menanggapi aksi tersebut, massa diterima oleh sejumlah pejabat eselon Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, di antaranya Sekretaris Dinas Pendidikan, Siti Maria Igirisa Lahidjun, serta Kepala Bidang Kebudayaan sekaligus Pelaksana Harian (PLH) Dinas Pendidikan, Roni R. Mamu.

Dalam pernyataannya, Roni R. Mamu menyampaikan, pihaknya akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan.

“Kami menerima semua aspirasi yang disampaikan oleh KAMMI Gorontalo dan akan menindaklanjutinya di internal Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Maria Igirisa Lahidjun mengapresiasi kehadiran massa aksi sebagai bagian dari kontrol terhadap kebijakan pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penyampaian aspirasi ini. Kehadiran mahasiswa adalah bagian dari kontrol kebijakan pemerintah. Semua aspirasi yang disampaikan telah kami catat dan akan ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Aksi ini juga dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan pendidikan, baik secara nasional maupun daerah. Secara nasional, anggaran pendidikan 2026 mencapai Rp769,09 triliun, namun dinilai tidak sepenuhnya tepat sasaran, dengan sebagian besar dialihkan ke program di luar substansi pendidikan. Selain itu, terdapat 3.966.858 anak tidak bersekolah, kondisi infrastruktur yang masih memprihatinkan, serta kesejahteraan guru yang belum terpenuhi.

Di Gorontalo, permasalahan serupa juga terjadi dengan jumlah anak tidak sekolah mencapai 25.501, serta persoalan kesejahteraan dan kepastian status guru yang belum terselesaikan. Kasus kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan pendidikan turut menjadi perhatian dalam aksi ini.

Setelah menyampaikan aspirasi di Kantor Dinas Pendidikan, massa aksi kemudian bergerak menuju Perlimaan Telaga sekitar pukul 16.30 WITA dan mengakhiri aksi pada pukul 17.45 WITA.

KAMMI Gorontalo menegaskan bahwa momentum Hardiknas seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi refleksi kritis terhadap arah kebijakan pendidikan.

“Jika pendidikan terus diabaikan, maka masa depan bangsa sedang dipertaruhkan,” tutup Rifaldi.

Tags: Aksi Mahasiswa Gorontaloanak tidak sekolah Gorontalodemo mahasiswa pendidikanHardiknas GorontaloHari Pendidikan Nasional 2026isu ATS IndonesiaKAMMI Gorontalokasus kekerasan di sekolahkesejahteraan guru Indonesiapendidikan Gorontalo 2026
ShareTweetSendSharePin

Berita Terkait

Wagub Gorontalo Tinjau MBG, Temukan Makanan Tidak Dihabiskan

by Editor
29 Apr 2026
0

PROSESNEWS.ID — Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menemukan masih adanya sisa makanan dalam ompreng pada pelaksanaan program Makan...

Sebulan Tanpa Kepastian, KAMMI Soroti Lambannya Penanganan Kasus Pelecehan

by Editor
31 Mar 2026
0

PROSESNEWS.ID – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Gorontalo mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan...

Oplus_131072

Kriminalisasi Aktivis, KAMMI Gorontalo Soroti Perusahaan Tambang Bermasalah

by Editor
12 Feb 2026
0

PROSESNEWS.ID - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Gorontalo mengecam keras tindakan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Pantas Indomining, sebuah...

Pani Gold Mine Disorot Usai Video Pesta di Tengah Musibah Banjir

by Editor
3 Jan 2026
0

PROSESNEWS.ID – Pemandangan kontras dan memilukan terjadi di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato. Saat warga setempat berjibaku menyelamatkan harta benda akibat...

KAMMI Gorontalo Soroti Kasus Haji, Desak Pemerintah Perkuat Regulasi Travel Ibadah

by Editor
13 Nov 2025
0

PROSESNEWS.ID – Menanggapi penetapan tersangka terhadap anggota DPRD Gorontalo, Mustafa Yasin, dalam kasus dugaan penipuan keberangkatan haji, Kesatuan Aksi Mahasiswa...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Hukum

Dugaan Penipuan Oknum Pengacara di Gorontalo Masuk Babak Baru

by Editor
5 Mei 2026
0

PROSESNEWS.ID – Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo terus mengembangkan penanganan kasus dugaan penipuan yang melibatkan seorang oknum pengacara perempuan berinisial DUK....

Mudahkan Koordinasi Kegiatan Penas, Pemda Hadirkan Media Center

5 Mei 2026

Bahasa Gorontalo di Ujung Tanduk, Generasi Muda Mulai Kehilangan Identitas

5 Mei 2026

Penahanan HRA Buka Peluang Tersangka Baru

4 Mei 2026

Investasi Gorontalo Tembus Rp1,49 Triliun, Naik 32 Persen

24 Okt 2025

Seorang Pengacara Diduga Tipu Lansia Rp18 Juta dan Lakukan Penganiayaan

18 Nov 2025

TERBARU

Oplus_131072

KAMMI Gorontalo Gelar Aksi Angkat Isu ATS, Kesejahteraan Guru, hingga Kekerasan di Sekolah

6 Mei 2026

Kunyit Jadi Alternatif Pengawet Ikan Ramah Lingkungan

6 Mei 2026

Bahasa Gorontalo di Ujung Tanduk, Generasi Muda Mulai Kehilangan Identitas

5 Mei 2026

Dugaan Penipuan Oknum Pengacara di Gorontalo Masuk Babak Baru

5 Mei 2026

Mudahkan Koordinasi Kegiatan Penas, Pemda Hadirkan Media Center

5 Mei 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.