
PROSESNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyalurkan bantuan voucher bahan bakar minyak (BBM) kepada ratusan pengemudi bentor di Kabupaten Gorontalo. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Gorontalo, Tonny Junus, di Gedung Kasmat Lahay.
Program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny Junus dalam membantu pelaku usaha kecil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Selain voucher BBM, para pengemudi bentor juga menerima rompi dan stiker PENAS Petani Nelayan XVII. Perlengkapan tersebut diberikan sebagai identitas kendaraan yang nantinya akan digunakan untuk melayani mobilitas peserta dan tamu selama pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo.
Wakil Bupati Tonny Junus menjelaskan bahwa bantuan voucher BBM merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pengemudi bentor yang menggantungkan penghasilannya pada sektor transportasi.
“Ini adalah program pemerintah daerah khususnya Pak Sofyan dengan saya yang sudah kami janjikan saat kampanye. Kami ingin membantu masyarakat kecil agar tetap produktif dan ekonomi kerakyatan terus bergerak,” ujar Tonny.
Menurut Tonny, penyaluran tahap pertama sengaja dipercepat menjelang pelaksanaan PENAS KTNA XVII. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu para pengemudi bentor yang membutuhkan tambahan modal operasional dalam melayani tamu dan peserta yang datang ke Gorontalo.
Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi yang dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo, sebanyak 971 unit bentor dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima bantuan. Proses verifikasi dilakukan secara ketat karena program tersebut menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Persyaratannya antara lain kendaraan harus memiliki pajak yang masih aktif, pengemudinya memiliki SIM, dan dokumen kendaraan lengkap. Karena program ini menggunakan APBD, tentu harus memenuhi ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Pada tahap awal, setiap penerima memperoleh voucher BBM setara 10 liter bahan bakar. Voucher tersebut dapat ditukarkan di delapan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang telah ditunjuk pemerintah daerah, di antaranya SPBU Isimu, Bolihuangga, Jalan Reformasi, Haya-Haya, Padengo, dan beberapa SPBU lainnya.
Tonny menambahkan bahwa sasaran utama penyaluran tahap pertama adalah pengemudi bentor yang akan melayani tamu PENAS, terutama di wilayah Limboto, Limboto Barat, Telaga, dan kawasan sekitarnya yang menjadi lokasi homestay peserta.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk mendukung aktivitas usaha para pengemudi bentor.
“Gunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai diperjualbelikan karena tujuan pemerintah adalah membantu operasional para pengemudi bentor, bukan untuk tujuan lain,” tegas Tonny.
Program bantuan voucher BBM ini direncanakan menjadi program berkelanjutan yang akan dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap sektor transportasi rakyat serta upaya memperkuat perekonomian masyarakat kecil.












