PROSESNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) terus mengintensifkan promosi destinasi wisata daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk kunjungan pejabat pemerintah pusat dan agenda olahraga yang dikemas dalam konsep sport tourism.
Salah satu upaya tersebut terlihat dalam kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Gorontalo, Minggu.
Dalam kunjungan itu, Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mendampingi rombongan meninjau sejumlah objek wisata yang merepresentasikan kekayaan sejarah, religi, dan bahari daerah.
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Masjid Hunto Sultan Amai yang dikenal memiliki nilai sejarah dan religi bagi masyarakat Gorontalo. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Hiu Paus di Botubarani.
Sultan mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan keragaman daya tarik wisata Gorontalo kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, Gorontalo tidak hanya memiliki destinasi wisata religi dan sejarah, tetapi juga kekayaan wisata bahari yang berpotensi menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.
“Selain agenda wisata, rombongan Wamen Haji dan Umrah juga mengikuti kegiatan fun run di Kota Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu pagi itu merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Gorontalo Half Marathon (GHM) yang dijadwalkan pada 6 Desember 2026,” jelas Sultan.
Kegiatan fun run tersebut turut menyemarakkan Car Free Day (CFD) bersama masyarakat. Para peserta menempuh rute yang melewati sejumlah lokasi ikonik di Kota Gorontalo, mulai dari Masjid Hunto Sultan Amai, Masjid Agung Baiturrahim, Masjid Muhammadiyah Darul Arqam, kawasan CFD, Kantor Wali Kota, Kantor Gubernur, Monumen Pahlawan Nasional Nani Wartabone, hingga kawasan Taruna Remaja dan Kota Tua Gorontalo.
Sultan menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Gorontalo Half Marathon sebagai salah satu agenda sport tourism di daerah.
Ia berharap penyelenggaraan GHM dapat menarik pelari dan pengunjung dari berbagai daerah. Dengan demikian, para peserta tidak hanya mengikuti kompetisi lari, tetapi juga berkesempatan mengenal budaya, sejarah, dan destinasi wisata yang dimiliki Gorontalo.
Lebih jauh, pelaksanaan Gorontalo Half Marathon diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Peningkatan jumlah peserta dan pengunjung berpotensi mendorong kunjungan wisatawan, meningkatkan tingkat hunian hotel, serta menggerakkan perputaran ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Disparekrafpora Provinsi Gorontalo terus mendorong pengembangan sektor olahraga yang terintegrasi dengan promosi pariwisata. Langkah ini diharapkan dapat memperluas daya tarik Gorontalo sebagai destinasi wisata sekaligus mendukung terwujudnya visi Gorontalo Maju dan Sejahtera.







