PROSESNEWS.ID – Kontribusi akademisi Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan kembali ditunjukkan melalui publikasi ilmiah bertajuk “Navigating the Food-Water-Land Nexus: A Systematic Review of System Dynamics Applications and Future Directions”.
Artikel tersebut ditulis oleh Marleni Limonu, Sutianto Pratama Suherman, Dandi Hasan, dan Suparmin Fathan, yang seluruhnya berasal dari Universitas Negeri Gorontalo. Publikasi ini diterbitkan dalam jurnal internasional Asia Pacific Journal of Business Economics and Technology.
Penelitian tersebut mengkaji keterkaitan antara pangan (food), air (water), dan lahan (land), yang dikenal dengan konsep Food-Water-Land Nexus. Konsep ini menekankan bahwa ketiga sumber daya tersebut saling bergantung sehingga pengelolaannya tidak dapat dilakukan secara terpisah.
Dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan, meningkatnya kebutuhan pangan, keterbatasan sumber daya air, serta tekanan terhadap pemanfaatan lahan membutuhkan pendekatan pengelolaan yang terintegrasi. Penelitian ini menyoroti penggunaan pendekatan System Dynamics untuk memahami kompleksitas hubungan antarsumber daya sekaligus mengevaluasi dampak berbagai kebijakan pengelolaan dalam jangka panjang.
Menggunakan metode Systematic Literature Review berdasarkan kerangka PRISMA, para peneliti mengidentifikasi 79 dokumen publikasi periode 2016–2026 melalui basis data Scopus. Setelah melalui proses penyaringan, sebanyak 61 artikel dipertahankan, dengan 22 studi dikaji lebih lanjut melalui sintesis tematik terfokus.
Hasil kajian mengidentifikasi empat pendekatan metodologis utama dalam penerapan System Dynamics pada kajian Food-Water-Land Nexus, yaitu:
- Participatory Modeling, yakni pendekatan pemodelan partisipatif yang melibatkan pemangku kepentingan dalam memahami dan merumuskan persoalan pengelolaan sumber daya.
- Hybrid Integration with Geographic Information Systems (GIS), yaitu integrasi pemodelan dinamika sistem dengan sistem informasi geografis untuk memperkuat analisis berbasis spasial.
- Modular Modeling Architectures, yakni pendekatan pemodelan modular yang memungkinkan hubungan antarkomponen sumber daya dianalisis secara lebih terstruktur.
- Probabilistic Simulations, yaitu simulasi probabilistik untuk memahami ketidakpastian serta berbagai kemungkinan dampak kebijakan pengelolaan sumber daya.
Kajian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan System Dynamics dapat membantu mengidentifikasi hubungan sebab-akibat yang kompleks, umpan balik nonlinier, pertukaran kepentingan antarsumber daya (resource trade-offs), serta implikasi kebijakan dalam jangka panjang.
Namun, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan yang masih membatasi keandalan model, antara lain keterbatasan data longitudinal, resolusi spasial yang belum memadai, serta belum optimalnya representasi perilaku pemangku kepentingan dalam model simulasi.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan model yang mengintegrasikan berbagai skala analisis (multiscale), memiliki representasi spasial yang lebih eksplisit, serta mempertimbangkan perilaku manusia dan pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan.
Publikasi ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian pengelolaan sumber daya alam secara terpadu. Relevansinya juga terdapat pada wilayah pesisir dan kepulauan, termasuk kawasan Teluk Tomini, yang menghadapi tantangan terkait ketahanan pangan, ketersediaan air, pemanfaatan lahan, dan keberlanjutan ekosistem.
Melalui publikasi tersebut, Universitas Negeri Gorontalo terus memperkuat kontribusi akademiknya dalam menghasilkan kajian ilmiah yang tidak hanya memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan landasan konseptual dan metodologis bagi perumusan kebijakan pembangunan yang adaptif dan berkelanjutan.







