
PROSESNEWS.ID – Ketua Komite Kepala Daerah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M, mengambil peran sentral mengumpulkan dan memperkuat sinergi para kepala daerah Partai Demokrat se Indonesia dalam sarasehan bersama Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang berlangsung di Trans Hotel Cibubur, Senin (27/7/2026).
Forum tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antarkader. Sarasehan dirancang sebagai ruang pembekalan bagi para kepala daerah yang mengemban amanah melalui Partai Demokrat, sekaligus menyamakan arah kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Berbagai materi yang disampaikan banyak bertumpu pada pengalaman kepemimpinan SBY sebagai bekal menghadapi tantangan pemerintahan di daerah.
Meski dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri dari Kabinet Merah Putih yang berasal dari Partai Demokrat, suasana yang terbangun tetap berfokus pada penguatan internal organisasi. Konsolidasi menjadi benang merah dalam setiap sesi diskusi, dengan harapan lahir kesamaan langkah dalam mengawal agenda pembangunan di berbagai daerah.
Di sela-sela kegiatan, keakraban terlihat ketika SBY, AHY, dan Gusnar Ismail duduk berdampingan di meja pimpinan sarasehan. Beberapa kali ketiganya terlibat percakapan singkat yang menggambarkan komunikasi yang cair, sekaligus menegaskan peran Gusnar sebagai salah satu figur penting di jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.
Juru Bicara Gubernur Gorontalo, David Radjak, menilai sarasehan tersebut menjadi momentum positif untuk mempererat komunikasi antara pengurus pusat dan para kepala daerah dari Partai Demokrat.
“Sehingga posisi Pak Gubernur sebagai Ketua Komite Kepala Daerah melalui agenda sarasehan seperti ini, juga diharapkan akan membuka ruang kolaborasi lintas daerah, agar bisa memberi asas kemanfaatan bagi jalannya pembangunan di Gorontalo,” ujarnya.
Menurut David, semangat kolaborasi yang dibangun dalam forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda konsolidasi partai semata, melainkan berlanjut menjadi kerja sama antardaerah yang mampu memperkuat efektivitas pembangunan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk di Provinsi Gorontalo.













