
PROSESNEWS.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan mendorong dosen dan mahasiswa meningkatkan kapasitas akademik melalui pendidikan di luar negeri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar internasional bertajuk Study, Grow & Succeed in Australia yang bekerja sama dengan Meridian Study, Selasa (2/6).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FEB UNG itu mendapat sambutan antusias dari sivitas akademika. Puluhan dosen muda dan mahasiswa memadati ruang seminar untuk memperoleh informasi serta wawasan mengenai berbagai peluang studi, beasiswa, dan pengalaman pendidikan di Australia.
Seminar tersebut menjadi ruang inspiratif bagi peserta yang memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Berbagai informasi terkait sistem pendidikan Australia, peluang pengembangan karier, hingga strategi mempersiapkan studi internasional disampaikan secara komprehensif.
Dekan FEB UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Menurut Raflin, perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten di tingkat lokal, tetapi juga mampu beradaptasi dan bersaing dalam lingkungan internasional. Karena itu, dosen maupun mahasiswa perlu mulai mempersiapkan diri untuk memperluas pengalaman akademik melalui pendidikan di luar negeri.
“Seminar ini penting untuk membuka wawasan dosen dan mahasiswa mengenai berbagai peluang pengembangan kapasitas dan keilmuan melalui pendidikan di Australia. Sudah saatnya FEB melangkah lebih jauh dengan memperkuat kompetensi dosen dan mahasiswa melalui pengalaman belajar di kampus-kampus internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa tingkat akhir maupun dosen muda FEB perlu mulai merencanakan studi lanjut ke luar negeri sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pengembangan karier akademik dan profesional.
Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pengalaman belajar di luar negeri juga dinilai mampu memperluas jejaring internasional yang akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan institusi pada masa mendatang.
“Ketika dosen dan mahasiswa memiliki pengalaman akademik internasional, maka bukan hanya kapasitas individu yang meningkat, tetapi juga membuka peluang kolaborasi, riset, dan kerja sama yang lebih luas bagi fakultas maupun universitas,” tambahnya.
Melalui seminar ini, FEB UNG berharap semakin banyak dosen dan mahasiswa yang berani mengambil langkah untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Upaya tersebut sejalan dengan visi internasionalisasi universitas dalam menciptakan generasi akademik yang unggul, adaptif, dan mampu berkontribusi di tingkat global.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan FEB UNG terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus memperluas peluang kolaborasi akademik dengan berbagai institusi pendidikan dunia.












