
PROSESNEWS.ID – Undangan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Piloayita, Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, menjadi pengalaman berbeda bagi Camat Telaga Biru, Rusdiyantho.
Bukan hanya menghadiri kegiatan keagamaan, kunjungan perdana itu sekaligus memperlihatkan secara langsung kepada orang nomor satu di Kecamatan Telaga Biru tersebut kondisi akses jalan yang masih sulit dilalui masyarakat.
Untuk mencapai Dusun Piloayita, Rusdiyantho bersama sejumlah staf harus melewati jalan yang kondisinya tidak mudah. Kendaraan memang masih bisa melintas, namun terdapat sejumlah titik yang cukup sulit sehingga ia memilih turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Kondisi itu diungkapkan Rusdiyantho saat memberikan sambutan dalam acara doa Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Al Munawwarah, Dusun Piloayita, Selasa (01/09/2026).
“Alhamdulillah, tadi saya melewati jalan yang kita lalui bersama. Mobil bisa naik, tetapi ada beberapa titik yang cukup sulit. Saya akhirnya turun dan berjalan kaki,” kata Rusdiyantho.
Perjalanan tersebut membuat Rusdiyantho tidak hanya mendengar keluhan mengenai akses jalan, tetapi melihat sendiri medan yang harus dilalui masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia menyebut, kondisi tersebut menjadi pengalaman penting untuk memahami persoalan masyarakat Piloayita secara lebih nyata.
Menurutnya, keberadaan masyarakat di Dusun Piloayita tidak boleh luput dari perhatian pemerintah. Meski berada di wilayah yang relatif jauh, mereka tetap merupakan bagian dari Kecamatan Telaga Biru yang memiliki hak mendapatkan pelayanan dan perhatian pembangunan.
“Saya merasa Dulamayo Utara ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab kami. Saya perlu mengetahui bagaimana kondisi dan keberadaan masyarakat yang ada di sini,” ujarnya.
Rusdiyantho menegaskan, pemerintah kecamatan akan terus berkomunikasi dengan pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat.
Persoalan akses jalan menjadi salah satu hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian, mengingat infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas warga dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Ia berharap kondisi jalan menuju Piloayita dapat dibenahi secara bertahap sehingga masyarakat tidak terus berhadapan dengan akses yang menyulitkan.
Kunjungan perdana Rusdiyantho ke Piloayita akhirnya memberi catatan tersendiri. Dari sebuah undangan Maulid Nabi, persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi bagian dari keseharian warga terlihat langsung di depan mata pemerintah kecamatan.
Reporten: Pian N. Peda













