
PROSESNEWS.ID — Suasana megah dan penuh antusiasme mewarnai Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Rabu (1/4). Ribuan mahasiswa yang kompak mengenakan jas almamater merah maron tampak memadati setiap sudut ruangan, menciptakan pemandangan yang luar biasa untuk menyambut kedatangan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai.
Kehadiran Menham RI ini menjadi magnet tersendiri bagi sivitas akademika UNG yang ingin mendalami lebih jauh mengenai penguatan kapasitas hak asasi manusia (HAM) langsung dari tokoh nasional tersebut.
Rektor UNG, Eduart Wolok, menyambut hangat kehadiran Natalius Pigai di tengah ribuan mahasiswa. Bagi rektor, kunjungan ini bukan sekadar seremoni kenegaraan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat fondasi moral dan intelektual mahasiswa.
“Kehadiran Pak Menteri di kampus kerakyatan UNG memberikan suntikan motivasi yang luar biasa bagi kami. Ini adalah momentum penting untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai HAM dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Prof. Eduart dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Prof. Eduart menekankan bahwa pemahaman HAM harus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas seorang intelektual. Ia mendorong agar nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi juga meresap ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Keterlibatan aktif kementerian HAM di lingkungan kampus diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi tinggi sekaligus kepekaan sosial yang tajam, khususnya dalam mengawal amanat HAM di wilayah Provinsi Gorontalo,” pungkasnya.















