
PROSESNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali menyalurkan bantuan gerobak usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebanyak 49 unit booth gerobak diserahkan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan sebagai upaya mendorong pengembangan usaha kuliner sekaligus menata aktivitas ekonomi masyarakat agar lebih tertib.
Penyerahan bantuan dilakukan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus di Pentadio Resort, Limboto, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut turut disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira.
Sofyan mengatakan, bantuan booth gerobak merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah kepada masyarakat yang mengembangkan usaha, khususnya di sektor kuliner.
Menurutnya, program tersebut juga diarahkan untuk menciptakan lokasi usaha yang lebih tertata sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan tanpa mengganggu kepentingan umum.
Sofyan mengungkapkan, program bantuan gerobak UMKM sebelumnya telah dimulai dengan penyerahan 17 unit kepada pelaku usaha di sekitar kawasan Taman Pakaya Tower. Bantuan tahap awal tersebut disalurkan bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026.
“Hari ini kita wujudkan kembali bagi masyarakat penerima manfaat di seluruh kecamatan,” ujar Sofyan.
Ia berharap bantuan yang diberikan tidak sekadar digunakan sebagai sarana berjualan, tetapi juga mampu mendorong penerima untuk mengembangkan usaha secara konsisten sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga.
Di sisi lain, Sofyan menekankan pentingnya penataan lokasi ketika gerobak mulai digunakan. Ia meminta penerima tidak menempatkan gerobak di lokasi yang dapat mengganggu arus lalu lintas maupun pengguna jalan.
“Diharapkan lokasinya tidak mengganggu para pengguna jalan dan lokasi jalannya ditata dengan baik,” katanya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya, Sofyan juga meminta dinas terkait melakukan evaluasi secara berkala terhadap penerima bantuan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Gorontalo Fany Salimanya menjelaskan, penyaluran kali ini merupakan tahap kedua sekaligus tahap terakhir program bantuan booth gerobak UMKM.
Menurut Fany, program tersebut tidak hanya menyasar penguatan usaha kuliner, tetapi juga berkaitan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan atau Sustainable Tourism.
“ST ini juga bisa kita artikan sebagai Sustainable Tourism, jadi pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya.
Fany mengatakan, bantuan tersebut diarahkan kepada pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner, untuk mengembangkan usaha sekaligus mendukung aktivitas pariwisata di Kabupaten Gorontalo.
Pada tahap pertama, bantuan diberikan kepada pelaku usaha di kawasan kuliner Limboto. Sementara pada tahap kedua, sebanyak 49 unit gerobak disalurkan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan di luar kawasan tersebut.
Dengan penyaluran tahap kedua ini, total bantuan yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Gorontalo mencapai 66 unit gerobak UMKM.
Fany berharap para penerima dapat menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal. Menurutnya, keberadaan gerobak tidak hanya diharapkan memberikan manfaat bagi penerima dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga keberlangsungan usaha masyarakat dalam jangka panjang.









