PROSESNEWS.ID – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia mengapresiasi tingginya partisipasi generasi muda yang mengikuti upacara, dengan tingkat kehadiran mencapai 99 persen.
Gusnar mengapresiasi antusiasme para pemuda yang hadir. Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap nilai-nilai Sumpah Pemuda tidak hanya kita ucapkan dalam seremoni, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya dalam sambutan.
Ia menegaskan, generasi muda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah sekaligus menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mengambil bagian dalam berbagai upaya memajukan Gorontalo dan Indonesia.
Gusnar juga menyoroti tantangan yang dihadapi pemuda di tengah perkembangan era digital. Menurutnya, kemajuan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang harus disikapi secara bijak.
“Di era digital ini, ada banyak hal positif yang bisa dimanfaatkan oleh pemuda, tetapi ada pula dampak negatif yang harus diwaspadai. Karena itu, generasi muda harus mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” pesannya.
Selain tantangan di era digital, Gusnar menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah kehidupan demokrasi yang memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapat.
“Dalam suasana demokrasi, kita memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Namun, perbedaan pendapat jangan sampai membuat kita terpecah. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi harus tetap satu dalam semangat persatuan,” tandasnya.








