
PROSESNEWS.ID – Lambannya penyelesaian administrasi pengadaan 1.000 ekor sapi di Kabupaten Bone Bolango menuai sorotan. Pasalnya, distribusi ternak disebut masih tertahan di Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, akibat persoalan dokumen administrasi.
Akibat lambannya dokumen itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone Bolango mendesak Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, segera mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terkait mandeknya proses tersebut.
Ketua HMI Cabang Bone Bolango Rolan Abdullah menilai, persoalan administrasi yang berlarut-larut menunjukkan lemahnya kinerja pejabat teknis dalam mengawal program yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Program 1.000 sapi ini adalah janji dan harapan besar bagi masyarakat peternak. Kalau sampai hari ini masih terbentur dokumen administrasi, padahal sapinya sudah dikirim, ini murni cerminan ketidakmampuan birokrat di OPD terkait,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, keterlambatan penyelesaian dokumen tidak dapat terus dijadikan alasan karena program tersebut berkaitan dengan penggunaan APBD yang bersumber dari uang rakyat.
Ia menilai, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian seharusnya mampu menerjemahkan visi kepala daerah melalui pelaksanaan program yang cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, kami mendesak Bupati Ismet Mile untuk mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Jangan sampai lambatnya proses administrasi ini justru menjadi celah permainan atau indikasi penyelewengan yang merugikan daerah,” tegasnya.
Dalam keterangan terakhirnya, ia mengatakan, HMI Cabang Bone Bolango memastikan akan terus memantau perkembangan distribusi ternak tersebut. Ia juga meminta aparat penegak hukum ikut mengawasi penggunaan anggaran pengadaan 1.000 ekor sapi agar seluruh proses berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami meminta persoalan administrasi segera dituntaskan agar program yang dijanjikan kepada masyarakat peternak tidak kembali terhambat. Ini soal janji yang tak kunjung diwujudkan. Masyarakat menunggu janji ini”, tutupnya.











