
PROSESNEWS.ID — Memasuki hari-hari pertama Oktober 2026, sejumlah wilayah di Indonesia masih menghadapi berbagai kejadian bencana. Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu bencana yang cukup banyak terjadi di sejumlah daerah.
Mengutip laporan BNPB yang dilansir CNBC Indonesia, sejumlah kejadian bencana tercatat pada awal Oktober, mulai dari karhutla, banjir, hingga gempa bumi yang menimbulkan dampak terhadap masyarakat.
Pada periode awal Oktober, karhutla dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, antara lain Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah. Kondisi tersebut terjadi ketika sejumlah daerah masih menghadapi cuaca panas dan musim kemarau.
Di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, kebakaran menghanguskan lahan sekitar 25 hektare di Kelurahan Bonto Lojong, Kecamatan Uluere. Sementara di Jawa Tengah, karhutla juga terjadi di kawasan Brumbung dan Gunung Gede, Kabupaten Klaten.
Kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Pada 4 Oktober 2026, lahan seluas sekitar 1,5 hektare terbakar di wilayah Desa Beluluk dan Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru. Tim gabungan berhasil melakukan pemadaman pada hari yang sama dan tidak ada laporan korban jiwa.
Selain kebakaran, banjir turut terjadi di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di Desa Hilimbowo, Kecamatan O’o’u, serta Desa Ndraso Maniamolo, Kecamatan Maniamolo.
BNPB mencatat sekitar 75 kepala keluarga terdampak banjir tersebut. Kerusakan sementara meliputi sekitar 60 rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, serta satu balai desa. Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut setelah dilakukan penanganan oleh BPBD bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
Bencana lain terjadi di Nusa Tenggara Timur. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA.
Berdasarkan pendataan sementara BNPB, gempa tersebut berdampak pada sejumlah bangunan dan menyebabkan satu orang mengalami luka ringan. Di Sumba Barat Daya, tercatat 20 rumah terdampak, terdiri atas 19 rumah rusak ringan dan satu rumah mengalami rusak sedang.
Gempa tersebut berpusat di laut sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 kilometer. BNPB menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu, BNPB juga mencatat sejumlah kejadian karhutla lainnya pada awal Oktober. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kebakaran melanda kawasan hutan seluas sekitar 11 hektare di Gunung Bancak, Dusun Setren, Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan sejumlah daerah masih perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya karhutla dan kekeringan yang dipengaruhi kondisi musim kemarau.
BNPB mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air dan tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cuaca serta potensi bencana dari pemerintah dan instansi terkait.













