Mengaku Sebagai Gubernur Rusli Habibie, Pemilik Akun Palsu Diburu Polisi

Masran menegaskan, akun tersebut palsu dan dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Modus yang dilakukan dengan cara meminta pertemanan kemudian mengirimkan pesan singkat dengan meminta nomor handphone atau WA.

Foto tangkapan layar yang beredar di grup WA yang menampilkan obrolan melalui aplikasi Messenger FB oknum yang mengaku Rusli Habibie meminta nomor HP dan WA kontak pertemanannya.

PROSESNEWS.ID – Mengaku sebagai Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, di media sosial Facebook, oknum yang membuat akun palsu diburu Polisi. Hal ini sebagaimana yang disampaikan, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Gorontalo, Masran Rauf.

Sebelumnya, sebuah akun Facebook (FB) yang mengatasnamakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie telah beredar. Dari beberapa foto tangkapan layar yang beredar di grup WhatsApp (WA), nampak obrolan melalui aplikasi Messenger FB oknum yang mengaku Rusli Habibie yang meminta nomor handphone atau WA kontak pertemanannya.

Dalam postingan akun itu menggunakan foto sampul Rusli Habibie yang berfoto bersama dengan Indra Yasin saat masih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tanggal yang tertera dalam foto 17/8/2009. Sedangkan untuk foto profilnya menggunakan foto Rusli Habibie saat memberikan sambutan yang berlogo Antara News.

Masran menegaskan, akun tersebut palsu dan dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Modus yang dilakukan dengan cara meminta pertemanan kemudian mengirimkan pesan singkat dengan meminta nomor handphone atau WA.

“Oknum itu mengaku sebagai bapak Rusli Habibie kemudian meminta nomor kontak dengan alasan hp-nya rusak dan nomor kontaknya telah hilang,” jelas Masran saat dikonfirmasi pada Sabtu (27/6/2020) malam.

Masran menambahkan, ulah oknum yang tidak bertanggung jawab sangat meresahkan masyarakat. Pasalnya dalam obrolan lanjutan, oknum tersebut meminta kode verifikasi WA.

“Saat ini pihak Kepolisian sudah mengetahui identitas pembuat akun palsu tersebut dan sementara dilakukan pengejaran oleh tim Cyber Crime Kepolisian,” tandas Masran. (Ads)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *