Personil Polda Gorontalo Dihukum Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Wakapolda Gorontalo memberikan hukuman kepada personil yang tidak mengenakan masker.

PROSESNEWS.ID – Polda Gorontalo terus melakukan pencegahan dan penyebaran Covid-19, dilingkungan kerja Mapolda Gorontalo. Untuk menekan angka kasus positif Covid-19, Bid Propam Polda Gorontalo, melakukan razia kepada setiap personil, yang tidak mengenakan masker. Selasa, (18/8/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang kedisiplinan protokol kesehatan TNI, Polri dan ASN. Menindaklanjuti hal itu, Wakapolda Gorontalo Brigadir Jenderal Polisi Drs. Jaya Subriyanto melakukan pengecekan disiplin protokol secara langsung.

Bagi personel yang ditemukan tidak menaati protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker. Maka ditempat itu juga, Wakapolda memberikan sanksi pembinaan fisik dengan cara push up.

Wakapolda menjelaskan, pembinaan fisik yang dilakukan terhadap personel yang tidak mematuhi protokol kesehatan ini, merupakan upaya pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19 di lingkungan internal.

“Sebelum kita menegakan kedisiplinan terhadap masyarakat, kita juga harus lebih disiplin dengan protokol kesehatan. Hal ini sebagai bentuk peranan Polri dalam menekan angka penularan Covid-19, khususnya di Provinsi Gorontalo,” ujarnya. (Helmi)

Related articles

Wagub Singgung Soal Kendala Perizinan Saat Membuka Musda Organda Gorontalo

PROSESNEWS.ID – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Gorontalo, Kamis (13/2/2020). Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Idris Rahim mengingatkan posisi strategis Organda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pembangunan infrastruktur yang gencar […]

Dana Bansos di Kota Gorontalo 5 Miliar Hilang ?

Menurut Adhan, sebagaimana tertuang dalam Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota 2019 di DPRD Kota Gorontalo. Dana Bansos yang dimanfaatkan sebanyak kurang lebih 13 miliar. Sementara laporan Pemkot Gorontalo pada BPK kurang lebih 8 miliar. Maka ada selisih 5 miliar yang tidak dilaporkan ke BPK.

Komentar