Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Daerah Gorontalo

Program Sapa Inklusi Ubah Cara Pandang Siswa terhadap Teman Disabilitas

Editor by Editor
3 Nov 2025 16:01
in Gorontalo

PROSESNEWS.ID – Mengajar empati dan inklusivitas tidak harus dilakukan dengan cara yang kaku dan membosankan. Komunitas Rangkul Asa membuktikannya melalui program Sapa Inklusi “Mengenal Inklusi Sejak Dini” yang sukses digelar di SDN 7 Tapa, Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan ini menjadi tolak ukur baru bagi dunia pendidikan di Provinsi Gorontalo karena menjadi pengenalan inklusi pertama yang diterapkan di sekolah dasar umum di daerah tersebut.

Pemilihan SDN 7 Tapa bukan tanpa alasan. Sekolah ini dikenal sebagai pelopor berbagai kegiatan inovatif dan selaras dengan visi Rangkul Asa yang kini dipercaya sebagai penanggung jawab isu anak dan remaja tingkat provinsi.

Desain Kegiatan yang Komprehensif dan Interaktif

Acara diawali dengan sosialisasi kepada 120 siswa kelas 1 hingga kelas 6, mencakup pengenalan dasar tentang disabilitas dan inklusivitas. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mempraktikkan langsung komunikasi inklusif, seperti belajar bahasa isyarat dasar — “terima kasih,” “teman,” “guru,” dan lainnya — serta mengenal bentuk disabilitas netra. Fokus utama sesi ini adalah membangun empati dan cara menyikapi perbedaan.

Selanjutnya, sebanyak 58 siswa dari kelas 4, 5, dan 6 mengikuti sesi inti berupa gim inklusi. Anak-anak dibagi menjadi enam kelompok (Pasukan Bebek, Ular, Katak, Monyet, Sapi, dan Kucing) untuk mengikuti tiga ruang tantangan adaptif yang mensimulasikan pengalaman disabilitas.

Ruang Tuli (kelas) – Siswa berkomunikasi hanya dengan gerak isyarat dan menulis tebakan tanpa berbicara. Aktivitas ini menumbuhkan empati terhadap budaya tuli dan komunikasi non-verbal.

Ruang Daksa (lapangan) – Siswa diminta mengumpulkan Bintang Asa menggunakan sedotan tanpa menggunakan tangan. Tantangan ini menggambarkan bagaimana aktivitas sehari-hari terasa berbeda bagi penyandang disabilitas fisik.

Ruang Netra (taman bermain) – Satu anak ditutup matanya dan dipandu oleh teman satu kelompok untuk mencari bintang. Sesi ini melatih rasa percaya dan pemahaman tentang cara yang benar dalam mendampingi penyandang disabilitas netra.

Apresiasi dari Sekolah dan Harapan dari Penyelenggara

Pengawas Bina SDN 7 Tapa memberikan apresiasi terhadap metode yang digunakan.

“Kegiatan ini sangat mendukung program SDN 7 Tapa sebagai sekolah ramah, inklusi, dan sehat. Ini adalah perwujudan dari undang-undang sekaligus program preventif terhadap bullying, karena anak-anak kini tahu bagaimana cara menghadapi dan merangkul teman yang berbeda dengan dirinya,” jelasnya.

Sementara itu, Founder Rangkul Asa, Yusrilsyah Limbanadi, berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi perluasan edukasi inklusif di sekolah-sekolah lain di Provinsi Gorontalo.

“Tentunya saya berharap kegiatan awal ini bisa merangkul seluruh sekolah di Provinsi Gorontalo dan mendapatkan dukungan dari banyak pihak, baik lembaga pendidikan maupun pemerintah,” paparnya.

Di sisi lain, pemateri sekaligus pengurus Rangkul Asa, Nabila Salsabila Robot, menekankan pentingnya penanaman nilai empati sejak dini.

“Seluruh anak yang telah diajarkan tadi bisa memahami dan menerapkan perkenalan inklusi kepada teman disabilitas serta tumbuh rasa empati ketika menyikapi perbedaan,” tambahnya.

Dengan metodologi belajar yang interaktif, Sapa Inklusi bukan hanya mengajarkan teori, tetapi juga menanamkan pengalaman langsung tentang keberagaman dan empati. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan inklusif bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan, mendalam, dan berdampak bagi anak-anak.

Tags: gorontaloRangkul Asa Gorontalo
ShareTweetSendSharePin1

Berita Terkait

Viral Razia Malam Hari, Ini Penjelasan Dirlantas Polda Gorontalo

by Editor
26 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, menanggapi video viral yang mempertanyakan pelaksanaan razia kendaraan...

Dubes Australia Apresiasi Penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo

by Editor
25 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID - Suksesnya pelaksanaan Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) XVII mencuri banyak perhatian publik. Tidak terkecuali dari Duta Besar...

Prabowo Tiba di Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS KTNA XVII 2026

by Editor
25 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Provinsi Gorontalo dalam rangka menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani...

Saat Kupiah Karanji Jadi Sorotan Utama di Tengah Ramainya PENAS

by Editor
24 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Kupiah Karanji, kopiah anyaman tradisional khas Gorontalo, menjadi salah satu ikon yang paling mencuri perhatian pada gelaran PENAS KTNA XVII di...

Gubernur Gorontalo Akui Penas Mampu Dongkrak Ekonomi

by Editor
22 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Provinsi Gorontalo memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Oplus_131072
Peristiwa

LGBT Marak di Gorontalo, Falsafah Gorontalo Dipertanyakan

by Editor
27 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID, Gorontalo – Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Provinsi Gorontalo kian menuai perhatian serius dari berbagai kalangan....

UNG Perkuat Jejaring Akademik Nasional Lewat Penandatanganan IA

25 Jun 2026

Mantan Kades dan Anggota BPD Wambulu Terancam Pidana Dugaan Pemalsuan Ijazah

4 Agu 2024

Viral Razia Malam Hari, Ini Penjelasan Dirlantas Polda Gorontalo

26 Jun 2026

Sekolah Pranikah Salimah (Serasi) sebagai Ruang Pembelajaran Literasi Komunikasi bagi Calon Pasangan Suami Istri

25 Jun 2026

Gubernur Gorontalo Akui Penas Mampu Dongkrak Ekonomi

22 Jun 2026

TERBARU

Oplus_131072

LGBT Marak di Gorontalo, Falsafah Gorontalo Dipertanyakan

27 Jun 2026

Viral Razia Malam Hari, Ini Penjelasan Dirlantas Polda Gorontalo

26 Jun 2026

Sekolah Pranikah Salimah (Serasi) sebagai Ruang Pembelajaran Literasi Komunikasi bagi Calon Pasangan Suami Istri

25 Jun 2026

Dubes Australia Apresiasi Penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo

25 Jun 2026

Dampak 4 Hari PENAS XVII, Omzet Perhotelan Gorontalo Capai Rp10,2 Miliar

25 Jun 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.