
PROSESNEWS.ID — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gorontalo terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Bank Indonesia (BI) memberikan intervensi kepada keluarga berisiko stunting sekaligus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sofyan Puhi dalam kegiatan sosialisasi dan literasi penanganan stunting serta keuangan yang dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan dan pelayanan KB gratis.
Sofyan mengatakan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah daerah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari lembaga negara, dunia usaha, lembaga keuangan, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.
“Upaya penanganan stunting membutuhkan intervensi lintas sektor yang terpadu, sistematis, dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sofyan.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan BKKBN dan Bank Indonesia yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu keluarga berisiko stunting, khususnya melalui bantuan nutrisi dan pangan.
Menurutnya, dukungan tersebut telah menjangkau 11 kecamatan di Kabupaten Gorontalo dengan total 1.550 keluarga penerima manfaat.
Selain bantuan pangan dan nutrisi, kegiatan tersebut turut mengintegrasikan edukasi literasi keuangan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai Rupiah serta pentingnya mengelola keuangan secara bijak.
Sofyan menilai literasi keuangan semakin penting di tengah berkembangnya digitalisasi layanan keuangan.
“Pemahaman yang baik akan membantu masyarakat memanfaatkan layanan keuangan secara efektif, efisien, aman, dan bertanggung jawab,” katanya.
Menurut Sofyan, integrasi literasi keuangan dengan pemberian bantuan kepada keluarga berisiko stunting memberikan manfaat lebih luas. Masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.
Kegiatan tersebut juga diintegrasikan dengan pelaksanaan Posyandu, khususnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil serta pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita.
Sofyan berharap pola kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas.
“Integrasi seperti ini harus terus kita kuatkan sehingga setiap keluarga, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita, mendapatkan layanan kesehatan yang baik,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, turut dilaksanakan Kick Off Pelayanan KB Gratis Serentak di 19 Kecamatan dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia.
Menurut Sofyan, pelayanan KB memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting karena pembangunan keluarga yang sehat harus dimulai sejak sebelum kehamilan.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum terjadinya kehamilan. Karena itu, kita harus membangun keluarga yang sehat, terencana, dan memiliki kesiapan yang baik untuk melahirkan generasi yang berkualitas,” jelasnya.
Sofyan juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, tenaga medis, PLKB, kader, serta perwakilan BKKBN yang telah mendukung pelaksanaan pelayanan KB melalui mobil pelayanan bagi para akseptor.
Apresiasi turut diberikan kepada Ikatan Penyuluh KB Kabupaten Gorontalo atas kepedulian mereka melalui donasi pembangunan jamban bagi keluarga berisiko stunting.
Ia berharap berbagai bentuk kepedulian tersebut dapat menjadi gerakan bersama yang terus berkembang.
“Semoga gerakan kebaikan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi organisasi, komunitas, kelompok masyarakat, maupun pihak-pihak lainnya untuk turut berkontribusi terhadap program percepatan penurunan stunting,” pungkasnya.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat intervensi terhadap keluarga berisiko stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gorontalo.








