
PROSESNEWS.ID — Malam penutupan Hulonthalo Art & Craft Festival (Harfest) 2026 di Gorontalo bakal berlangsung meriah. Penyanyi nasional Yura Yunita dijadwalkan tampil sebagai pengisi acara utama dalam konser yang digelar di halaman parkir Gorontalo Grand Palace Convention Center (GPCC).
Konser Yura Yunita menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam rangkaian Harfest 2026. Penampilan tersebut dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WITA hingga selesai. Sementara itu, penonton sudah dapat memasuki area konser mulai pukul 18.30 WITA.
Berbeda dari konser pada umumnya, masyarakat yang ingin menyaksikan penampilan Yura Yunita harus memperoleh tiket melalui mekanisme pembelian produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia (BI) Gorontalo untuk menghubungkan kegiatan hiburan dengan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Masyarakat tidak membeli tiket dalam bentuk transaksi tiket biasa. Nilai yang dibayarkan digunakan untuk membeli produk UMKM dengan nominal sesuai kategori tiket yang dipilih.
Untuk masyarakat yang ingin mendapatkan tiket pada periode 9-10 September 2026, pembelian dapat dilakukan di Galeri UMKM Olaku, Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo.
Pelayanan pembelian di lokasi tersebut dibuka mulai pukul 09.00 WITA dan berlangsung hingga pukul 21.00 WITA.
Sementara itu, mulai 11 hingga 13 September 2026, lokasi pembelian tiket dipusatkan di GPCC. Waktu pelayanan tetap berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WITA.
Ada persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat saat melakukan pembelian. Setiap calon penonton wajib membawa dan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Ketentuan lainnya, satu KTP hanya dapat digunakan untuk pembelian satu tiket.
Harga Tiket Terbagi Tiga Kategori
Harga tiket konser Yura Yunita pada penutupan Harfest 2026 dibagi berdasarkan periode penjualan.
Pada periode early bird, tiket sebelumnya dijual dengan harga Rp259 ribu. Penjualan early bird berlangsung pada 19-31 Agustus 2026.
Selanjutnya, masyarakat yang membeli pada periode pre-sale dikenakan harga Rp350 ribu. Tiket kategori ini tersedia pada 1-10 September 2026.
Sedangkan bagi masyarakat yang baru membeli pada periode 11-13 September 2026, tiket on the spot dijual seharga Rp450 ribu.
Dengan demikian, harga tiket meningkat berdasarkan periode pembelian, dari Rp259 ribu untuk early bird, Rp350 ribu pada masa pre-sale, hingga Rp450 ribu untuk pembelian on the spot.
Harga tersebut juga sudah termasuk wakaf produktif sebesar Rp25 ribu.
Meski nominal tiket dinilai cukup tinggi, Bank Indonesia memastikan tidak mengambil keuntungan dari mekanisme penjualan tersebut.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro, menegaskan bahwa pihaknya tidak memperoleh bagian dari transaksi pembelian produk UMKM yang menjadi mekanisme untuk mendapatkan tiket konser.
“Memang tiketnya ini mahal, tapi kami tegaskan bahwa Bank Indonesia tidak mengambil keuntungan satu rupiah pun,” kata Ciptoning saat kegiatan PIRAMIDA (Ngopi Bareng Insan Media).
Uang Pembelian Produk Langsung ke UMKM
Ciptoning menjelaskan, mekanisme tersebut dirancang agar nilai yang dikeluarkan masyarakat memberikan manfaat langsung kepada pelaku UMKM.
Masyarakat yang memilih tiket senilai Rp350 ribu, misalnya, akan melakukan pembelian produk UMKM dengan nilai tersebut. Hal serupa berlaku bagi masyarakat yang memilih tiket senilai Rp450 ribu.
Dengan skema itu, uang yang dibayarkan masyarakat bukan menjadi pendapatan bagi BI maupun pemerintah daerah.
Seluruh hasil pembelian produk akan diterima langsung oleh pelaku UMKM.
“Jadi mekanisme pembeliannya adalah masyarakat membeli produk UMKM senilai Rp350 ribu atau Rp450 ribu. Semua hasil penjualannya itu langsung ke UMKM, tidak ada yang diambil oleh BI maupun pemerintah daerah,” jelas Ciptoning.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa tingginya nominal tiket tidak berarti seluruh nilai transaksi menjadi pendapatan penyelenggara konser.
Sebaliknya, mekanisme tersebut diarahkan untuk mempertemukan masyarakat sebagai pembeli dengan pelaku UMKM sebagai penerima manfaat ekonomi.
Harfest 2026 Jadi Ruang Promosi UMKM
Konser Yura Yunita merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Harfest 2026 yang berlangsung pada 11-13 September 2026.
Festival tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga dirangkaikan dengan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) ke-13.
Berbagai agenda dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan seni, budaya, UMKM, serta ekonomi kreatif.
Kehadiran Yura Yunita pada malam penutupan diharapkan menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk turut menyaksikan rangkaian kegiatan Harfest 2026.
Di sisi lain, konsep pembelian tiket melalui produk UMKM memberikan dimensi berbeda dalam penyelenggaraan festival.
Masyarakat yang ingin menikmati pertunjukan musik tidak hanya memperoleh akses untuk menyaksikan penampilan Yura Yunita, tetapi juga melakukan transaksi yang memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha lokal.
Skema tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong agar kegiatan festival dan hiburan tidak berhenti pada aspek pertunjukan semata.
Keterlibatan UMKM dalam mekanisme pembelian tiket membuat aktivitas ekonomi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Harfest 2026.
Dengan demikian, kemeriahan festival diharapkan turut memberikan ruang bagi produk-produk UMKM untuk mendapatkan transaksi dari masyarakat.
Pada akhirnya, Harfest 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi seni dan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan masyarakat, pelaku UMKM, serta sektor ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan.
Malam penutupan pada Minggu (13/9/2026) pun akan menjadi puncak rangkaian kegiatan tersebut, dengan penampilan Yura Yunita di halaman parkir GPCC mulai pukul 19.00 WITA dan open gate sejak pukul 18.30 WITA.









