PROSESNEWS.ID – Persoalan penanganan banjir dan minimnya bantuan pemerintah menjadi dua keluhan yang mengemuka dalam reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Sulyanto Pateda, di Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Rabu (4/11/2026) malam.
Agenda Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027 itu menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung persoalan yang selama ini mereka hadapi. Sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan penanganan lingkungan hingga perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Salah satu warga, Rauf Abdul Azis, mengungkapkan, persoalan banjir masih kerap menghantui Kelurahan Limba B. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan setiap kali hujan menyebabkan genangan.
Rauf juga menyuarakan keluhan masyarakat terkait minimnya bantuan pemerintah yang dirasakan warga setempat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat berharap adanya perhatian lebih terhadap kebutuhan di lingkungan mereka.
Merespons aspirasi itu, Sulyanto Pateda menjelaskan, sejumlah program yang dapat diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD. Program tersebut mencakup bantuan sembako bagi masyarakat rawan pangan, pengembangan UMKM, beasiswa pendidikan mulai jenjang S1 hingga S3, serta bantuan untuk masjid dan majelis taklim.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan tentu akan menjadi perhatian dan dapat diusulkan melalui program pokok-pokok pikiran DPRD sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” jelas Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo itu.
Politisi Partai Gerindra itu berharap, masyarakat dapat memanfaatkan ruang komunikasi tersebut dengan menyampaikan kebutuhan yang benar-benar mendesak dan menyentuh kepentingan banyak orang.
“Insya Allah sspirasi yang dihimpun tidak berhenti sebagai catatan reses, tetapi dapat menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah, terlebih di Dapil saya Kota Gorontalk,” harapnya.
Bagi warga Limba B, persoalan banjir dan keterbatasan bantuan masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian. Melalui reses tersebut, Sulyanto diharapkan dapat membawa suara masyarakat ke ruang pembahasan kebijakan agar kebutuhan warga mendapat tindak lanjut.













