<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita RS Multazam Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/rs-multazam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/rs-multazam/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 May 2023 10:08:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita RS Multazam Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/rs-multazam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Komisi A Ingatkan Pelayanan RS Multazam Ditingkatkan</title>
		<link>https://prosesnews.id/komisi-a-ingatkan-pelayanan-rs-multazam-ditingkatkan/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/komisi-a-ingatkan-pelayanan-rs-multazam-ditingkatkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 May 2023 12:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPRD Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Dekot Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=46926</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Menindaklanjuti beredarnya pemberitaan mengenai pelayanan kesehatan yang tidak bertanggungjawab terhadap pasien dan manajemen...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/komisi-a-ingatkan-pelayanan-rs-multazam-ditingkatkan/">Komisi A Ingatkan Pelayanan RS Multazam Ditingkatkan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="766" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230509-WA0059-1024x766.jpg" alt="" class="wp-image-46927" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230509-WA0059-1024x766.jpg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230509-WA0059-300x224.jpg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230509-WA0059-768x575.jpg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230509-WA0059-1536x1149.jpg 1536w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230509-WA0059-750x561.jpg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230509-WA0059-1140x853.jpg 1140w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230509-WA0059.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PROSESNEWS.ID</strong> &#8211; Menindaklanjuti beredarnya pemberitaan mengenai pelayanan kesehatan yang tidak bertanggungjawab terhadap pasien dan manajemen yang kurang baik di RS Multazam Kota Gorontalo, Komisi A bersama Anggota lakukan tinjauan langsung dan mengklarifikasi ihwal pemberitaan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemberitaan yang beredar bahwa pasien dibiarkan begitu saja, tanpa adanya informasi yang jelas dari pihak manajemen RS Multazam. Ketua Komisi A Dekot Gorontalo Erman Latjengke mengiyakan bahwa tujuan dari peninjauan tersebut untuk mengklarifikasi langsung ke pihak RS Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebenarnya sudah dari Senin kemarin kami menyurat untuk melakukan peninjauan, dan Minggu kemarin tiba-tiba pemberitaan di media online dan cetak bahwa ada kejadian di RS Multazam, sehingganya sasaran awal kami turun lapangan ini adalah RS Multazam,&#8221;ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini kami datang bersama Kadis Kesehatan dan perwakilan mahasiswa yang akan melakukan Demonstrasi nantinya untuk mengklarifikasi langsung ke Direktur RS Multazam mengenai aduan pelayanan kesehatan yang beredar di media,&#8221;jelas Erman. Senin, (8/5/2023).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya pihak Dekot Gorontalo telah menerima surat pemberitahuan Demonstrasi dari Mahasiswa yang menuntut agar melakukan RDP dan tuntutan lainnya terkait pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh pihak RS Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Alhamdulillah perwakilan mahasiswa ikut dengan kita untuk mendengar langsung klarifikasi. Nah, setelah ini mereka akan tetap melaksanakan Demonstrasi kami tidak masalah,&#8221;kata Erman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Santer dalam pemberitan bahwa ada lempar tanggung jawab yang terjadi, dimana seharusnya pasien atas nama Seohadi Tilolango merasa sudah bisa rawat jalan atau pulang pasca operasi. Tidak mendapat kejelasan informasi. Menanggapi hal tersebut, Direktur RS Multazam Dr Reni Ibrahim menjelaskan bahwa ada miskomunikasi yang terjadi antara pasien dan staf yang bertugas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami menyadari bahwa ada miskomunikasi,&#8221;bebernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kunjungan siang tadi, Senin (5/8/2023) Darmawan Duming Wakil Ketua Komisi A berharap jangan sampai hal demikian terulang kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hal ini sudah terjadi sebelumnya mengenai pelayanan kesehatan yang kurang baik, jangan sampai terulang kembali. Kami berharap ini menjadi evaluasi bersama. Saya harap masalah ini tuntas,&#8221;tandasnya saat rapat bersama Direktur RS Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Reporter : Sandri Mooduto</strong></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/komisi-a-ingatkan-pelayanan-rs-multazam-ditingkatkan/">Komisi A Ingatkan Pelayanan RS Multazam Ditingkatkan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/komisi-a-ingatkan-pelayanan-rs-multazam-ditingkatkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluarga Pasien Kehilangan Tas, Rumah Sakit Multazam Dinilai Tidak Aman</title>
		<link>https://prosesnews.id/keluarga-pasien-kehilangan-tas-rumah-sakit-multazam-dinilai-tidak-aman/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/keluarga-pasien-kehilangan-tas-rumah-sakit-multazam-dinilai-tidak-aman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2021 13:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=36190</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria yang mencuri tas. Korban...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/keluarga-pasien-kehilangan-tas-rumah-sakit-multazam-dinilai-tidak-aman/">Keluarga Pasien Kehilangan Tas, Rumah Sakit Multazam Dinilai Tidak Aman</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="750" height="441" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/11/Screenshot_675.jpg" alt="" class="wp-image-36192" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/11/Screenshot_675.jpg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/11/Screenshot_675-300x176.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption>Keluarga Pasien Kehilangan Tas, Rumah Sakit Multazam Dinilai Tidak Aman</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">PROSESNEWS.ID &#8211; Video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria yang mencuri tas. Korban tersebut diduga merupakan keluarga pasien di Rumah Sakit (RS) Multazam Kota Gorontalo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam video tersebut, seorang pria berjaket hitam yang memakai celana jeans berwarna biru, diam-diam mengambil tas orang lain yang tengah tertidur pulas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaku melakukan aksinya begitu santai, tanpa mengetahui ada kamera CCTV yang mengawasinya. Setelah mendapatkan tas yang diinginkan, pelaku kemudian langsung buru-buru kabur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aksi pencurian pelaku pun, dibanjiri berbagai komentar dari para netizen. Bahkan sebagian netizen dibuat geram dan menilai bahwa rumah sakit tersebut tidaklah aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Rumah Sakit (RS) Multazam Sam Biya saat dikonfirmasi mengatakan, untuk kasus pencurian yang terjadi pada tanggal 25 Oktober 2021 itu silahkan hubungi humas RS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Silahkan hubungi humas, kalau mau konfirmasi kejadian-kejadian,&#8221; kata Sam</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kota Timur Danial Bau mengatakan, bahwa korban saat datang ke Polsek Kota Timur hanya meminta dibuatkan surat kehilangan. Ia, tidak mempermasalahkan kasus pencurian tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pasalnya, tas tersebut telah ditemukan, yang diambil oleh pelaku hanya dompet yang berisikan surat-surat dan uang 100 ribu,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lanjut Danial, meskipun korban tidak keberatan, dari polsek berinisiatif untuk tetap mencari pelaku. Agar, kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami polsek tetap berinisiatif mencari pelaku, meskipun korban tidak keberatan,&#8221; pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/keluarga-pasien-kehilangan-tas-rumah-sakit-multazam-dinilai-tidak-aman/">Keluarga Pasien Kehilangan Tas, Rumah Sakit Multazam Dinilai Tidak Aman</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/keluarga-pasien-kehilangan-tas-rumah-sakit-multazam-dinilai-tidak-aman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dugaan Malpraktik RS Multazam, Kedua Belah Pihak Akhirnya Berdamai</title>
		<link>https://prosesnews.id/dugaan-malpraktik-rs-multazam-kedua-belah-pihak-akhirnya-berdamai/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/dugaan-malpraktik-rs-multazam-kedua-belah-pihak-akhirnya-berdamai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2021 04:20:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemkot Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[RZ Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=36178</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Wali Kota Gorontalo Marten Taha menegaskan bahwa perkara sengketa medik antara Rumah Sakit...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/dugaan-malpraktik-rs-multazam-kedua-belah-pihak-akhirnya-berdamai/">Dugaan Malpraktik RS Multazam, Kedua Belah Pihak Akhirnya Berdamai</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="596" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/11/WhatsApp-Image-2021-11-02-at-08.41.07-1024x596.jpeg" alt="" class="wp-image-36179" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/11/WhatsApp-Image-2021-11-02-at-08.41.07-1024x596.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/11/WhatsApp-Image-2021-11-02-at-08.41.07-300x174.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/11/WhatsApp-Image-2021-11-02-at-08.41.07-768x447.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/11/WhatsApp-Image-2021-11-02-at-08.41.07-750x436.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/11/WhatsApp-Image-2021-11-02-at-08.41.07-1140x663.jpeg 1140w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/11/WhatsApp-Image-2021-11-02-at-08.41.07.jpeg 1238w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dugaan Malpraktik RS Multazam, Kedua Belah Pihak Akhirnya Berdamai</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">PROSESNEWS.ID &#8211; Wali Kota Gorontalo Marten Taha menegaskan bahwa perkara sengketa medik antara Rumah Sakit (RS) Multazam dengan pihak keluarga Almarhumah MG telah selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua belah pihak, baik dari keluarga Almarhumah maupun pihak RS Multazam dan Dokter telah menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Tidak hanya secara lisan, akan tetapi secara tertulis, sehingga miskomunikasi yang telah terjadi dianggap selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Keinginan untuk berdamai ini tentu harus disahuti, mereka sudah dipertemukan, dan Alhamdulillah sudah selesai,&#8221; kata Marten Taha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Marten Taha mengungkapkan, meninggalnya MG adalah kehendak Allah SWT. Hanya saja penyebabnya dengan cara yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kedepan tidak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi, ruang komunikasi sudah terbuka antara kedua belah pihak,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo Irianto Dunda, juga menyaksikan pertemuan tersebut. Ia membenarkan, bahwa kedua belah pihak telah bermufakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tadi ada Wali Kota Gorontalo pak Marten Taha, Haji Ramli Anwar, pihak keluarga, serta pihak rumah sakit juga turut hadir dalam pertemuan tersebut,&#8221; kata terang Irianto Dunda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Irianto mengatakan, lewat pertemuan tersebut semua sudah dijelaskan dan saling pengertian. Tentu semua atas kehendak Allah SWT. Sebagai IDI, pihaknya turut berbelasungkawa dan berterima kasih atas pengertian serta kebesaran hati dari keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Percayalah bahwa pihak IDI telah bekerja secara profesional, dan tidak ada sedikitpun niat dari seorang dokter untuk mencelakai pasiennya. Disinilah yang harus dimengerti,&#8221; kata Irianto Dunda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">lanjut Irianto, hal itu telah ada didalam sumpah dokter. Dokter akan terus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan bidang keilmuan dokter itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Diakui jika masing-masing pihak mengakui ada miskomunikasi dan informasi, atas dasar itu, keduanya sepakat untuk mengambil langkah bermufakat,&#8221; tutup Irianto Dunda.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/dugaan-malpraktik-rs-multazam-kedua-belah-pihak-akhirnya-berdamai/">Dugaan Malpraktik RS Multazam, Kedua Belah Pihak Akhirnya Berdamai</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/dugaan-malpraktik-rs-multazam-kedua-belah-pihak-akhirnya-berdamai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soal Dugaan Malpraktik, Pihak RS Multazam Persiapkan Kuasa Hukum</title>
		<link>https://prosesnews.id/soal-dugaan-malpraktik-pihak-rs-multazam-persiapkan-kuasa-hukum/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/soal-dugaan-malpraktik-pihak-rs-multazam-persiapkan-kuasa-hukum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2021 04:46:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[RZ Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=35969</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Terkait Dugaan Malapratik yang terjadi di RS Multazam, hingga kini kasusnya terus bergulir....</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/soal-dugaan-malpraktik-pihak-rs-multazam-persiapkan-kuasa-hukum/">Soal Dugaan Malpraktik, Pihak RS Multazam Persiapkan Kuasa Hukum</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.53.20-1024x765.jpeg" alt="" class="wp-image-35810" width="563" height="420" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.53.20-1024x765.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.53.20-300x224.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.53.20-768x574.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.53.20-1536x1148.jpeg 1536w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.53.20-750x561.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.53.20-1140x852.jpeg 1140w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.53.20.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /><figcaption>Soal Dugaan Malpraktik, Pihak RS Multazam Persiapkan Kuasa Hukum</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">PROSESNEWS.ID &#8211; Terkait Dugaan Malapratik yang terjadi di RS Multazam, hingga kini kasusnya terus bergulir. Kali ini Direktur Rumah Sakit (RS) Multazam, Sam Biya mengaku jika pihaknya bakal persiapkan Kuasa Hukum dalam kasus tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, bahwa pihak rumah sakit juga punya kuasa hukum. Tentunya, semua akan dipersiapkan, sembari menunggu keputusan dari Ikatan Dokter Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jangan dikira kami tidak punya kuasa hukum. kita akan persiapkan kuasa hukum juga,&#8221; kata Sam kepada Prosesnews.id</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kuasa  Hukum korban dugaan malpraktik, Yakop Mahmud mengatakan, bahwa semua orang punya hak dalam menyediakan kuasa hukum. Tidak ada juga yang melarang terkait hal itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Semua orang punya hak dalam menyediakan kuasa hukum,&#8221; kata Yakop.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yakop menuturkan, ia bersama keluarga korban saat ini masih menunggu panggilan dari MKEK. Kemarin sudah ada panggilan secara lisan bahwa akan ketemu pada hari selasa atau hari rabu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tetapi, belum ada kepastian pertemuannya kapan atau panggilan resminya, jadi kami masih menunggu,&#8221; tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria yang akrab disapa Pokay itu menerangkan, bahwa kasus itu akan didampinginya hingga tuntas. Bahkan sudah menanyakan ke IDI terkait progres dari masalah tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Menurut IDI semuanya data telah diberikan ke MKEK,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Diharapkan, dalam menangani kasus ini, MKEK bisa profesional dan transparan, tidak ada yang ditutupi,&#8221; ia menandaskan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, seorang perempuan berinisial MG diduga menjadi korban malpraktik di Rumah Sakit (RS) Multazam Kota Gorontalo. Korban akhirnya menghembuskan napas terakhir dengan kondisi yang mengenaskan Jumat (15/10/2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">MG didiagnosis memiliki kista berukuran 5.0 dan Miom berukuran 9.8 atau berukuran sebesar kepala bayi. Kemudian, dilakukan operasi oleh dokter di RS Multazam. Namun, operasi dinyatakan gagal karena terjadi pelengketan usus di seluruh lapisan perut pasien.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">MG dibiarkan pulang dengan luka bekas operasi menganga, tanpa obat, dan tanpa surat rujukan ke RS lain. Kemudian, pihak keluarga berinisiatif membawa MG ke RSUD Aloei Saboe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sana, dokter menyampaikan bahwa tidak ada miom dan kista, serta tidak ada pelengketan usus. Yang ada adalah bekas sayatan pada usus besar dan usus halus serta empedu akibat operasi sebelumnya. Namun, diduga karena keterlambatan penanganan, nyawa MG tidak terselamatkan</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code><strong>Reporter : Reza Saad</strong></code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/soal-dugaan-malpraktik-pihak-rs-multazam-persiapkan-kuasa-hukum/">Soal Dugaan Malpraktik, Pihak RS Multazam Persiapkan Kuasa Hukum</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/soal-dugaan-malpraktik-pihak-rs-multazam-persiapkan-kuasa-hukum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPRD Kota Gorontalo Minta IDI Awasi Proses Dugaan Malprakik RS Multazam</title>
		<link>https://prosesnews.id/dprd-kota-gorontalo-minta-idi-awasi-proses-dugaan-malprakik-rs-multazam/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/dprd-kota-gorontalo-minta-idi-awasi-proses-dugaan-malprakik-rs-multazam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 04:57:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPRD Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[IDI]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[RZ Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=35876</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Gorontalo Irwan Hunawa Minta Ikatan Dokter Indonesia...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/dprd-kota-gorontalo-minta-idi-awasi-proses-dugaan-malprakik-rs-multazam/">DPRD Kota Gorontalo Minta IDI Awasi Proses Dugaan Malprakik RS Multazam</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-10.16.45-1024x765.jpeg" alt="" class="wp-image-35877" width="490" height="365" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-10.16.45-1024x765.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-10.16.45-300x224.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-10.16.45-768x574.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-10.16.45-1536x1148.jpeg 1536w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-10.16.45-1140x852.jpeg 1140w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-10.16.45.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 490px) 100vw, 490px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">PROSESNEWS.ID &#8211; Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Gorontalo Irwan Hunawa Minta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) jangan tidur, dengan kejadian dugaan Malpraktik di Rumah Sakit (RS) Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu disampaikan oleh Irwan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo, Selasa (19/10/2021). Irwan mengatakan, pihak DPRD hanya mendorong persoalan tersebut diusut tuntas sampai menghasilkan keputusan yang bisa menyenangkan semua orang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut, dalam kasus ini DPRD sendiri hanya bisa memberikan solusi terbaik. Agar semua orang yang terlibat tidak saling dirugikan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kasus ini harus diselesaikan setuntas-tuntasnya, kami hanya bisa memberikan solusi,&#8221; kata Irwan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Irwan menuturkan, kejadian itu disebut malapraktik atau bukan, tergantung Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Seminggu kedepan akan ada hasilnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya berharap, seluruh pihak bisa bersabar menunggu hasil MKEK, dan IDI harus terus mengawasi proses tersebut,&#8221; tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Teman-teman media juga harus mengawasi, agar kejadian ini bisa transparan,&#8221; pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/dprd-kota-gorontalo-minta-idi-awasi-proses-dugaan-malprakik-rs-multazam/">DPRD Kota Gorontalo Minta IDI Awasi Proses Dugaan Malprakik RS Multazam</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/dprd-kota-gorontalo-minta-idi-awasi-proses-dugaan-malprakik-rs-multazam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Tanggapan Dokter AW yang Diduga Melakukan Malpraktik</title>
		<link>https://prosesnews.id/begini-tanggapan-dokter-aw-yang-diduga-melakukan-malpraktik/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/begini-tanggapan-dokter-aw-yang-diduga-melakukan-malpraktik/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 00:53:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter AW]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[RZ Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=35862</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Perihal dugaan Malapraktik di Rumah Sakit (RS) Multazam terus bergulir. Bahkan kini terjadi...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/begini-tanggapan-dokter-aw-yang-diduga-melakukan-malpraktik/">Begini Tanggapan Dokter AW yang Diduga Melakukan Malpraktik</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-07.18.20-1024x766.jpeg" alt="" class="wp-image-35863" width="716" height="535" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-07.18.20-1024x766.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-07.18.20-300x224.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-07.18.20-768x574.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-07.18.20-750x561.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-07.18.20-1140x852.jpeg 1140w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-20-at-07.18.20.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 716px) 100vw, 716px" /><figcaption>Begini Tanggapan Dokter AW yang Dituding Melakukan Dugaan Malpraktik</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PROSESNEWS.ID</strong> &#8211; Perihal dugaan Malapraktik di Rumah Sakit (RS) Multazam terus bergulir. Bahkan kini terjadi perbedaan pendapat dari berbagai pihak yang terkait dalam kasus tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, pada saat suami korban YH menceritakan kronologis kejadian di forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Gorontalo. Dokter AW dan Enrico membantah semua tudingan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya YH menjelaskan, ia bersama korban melakukan konsultasi ke salah satu dokter spesialis kandungan di Kota Gorontalo. Saat dilakukan diagnosa oleh dokter AW pasien memiliki kista berukuran 5,0 dan dan Miom berukuran 9,8 atau berukuran sebesar kepala bayi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, korban melakukan operasi di RS Multazam sesuai arahan dari dokter tersebut. Saat dilakukan operasi, tiba-tiba tidak bisa dilanjutkan dengan alasan telah terjadi pelengketan usus di seluruh lapisan perut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, pasien dibiarkan dalam kondisi perut terbelah, dan yang melanjutkan jahitan operasinya ialah dokter TB. TB merupakan salah satu dokter bedah yang ada di RS Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah akan dilanjutkan, TB menyampaikan, jika telah terjadi robekan pada usus Pasien yang diakibatkan oleh sayatan/operasi oleh dokter sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selang beberapa hari kemudian, Korban dugaan malpraktek di Rumah Sakit (RS) Multazam Kota Gorontalo MG akhirnya meninggal dunia, pada hari Jum&#8217;at 15 Oktober 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pernyataan Dokter</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Dokter AW mengungkapkan, dirinya tidak pernah mengatakan kepada korban, &#8216;biar minum obat satu karung tidak bisa sembuh&#8217;. Menurutnya, narasi yang telah beredar itu tidaklah benar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bukan begitu yang saya sampaikan, saya hanya menyampaikan meskipun ibu minum obat sebanyak apapun tidak akan efektif, solusinya harus dilakukan operasi,&#8221; kata AW saat mengikuti RDP bersama DPRD Kota Gorontalo, Senin (19/10/2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tidak ada seorang dokter didunia ini yang ingin mencelakakan pasiennya, apalagi yang mengambil tindakan medis,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter TB mengatakan, dirinya saat itu hanya membantu menyambungkan usus yang hampir putus. Pada operasi yang dilakukan, AW juga turut menemani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Selesai saya sambung, saya berbicara dengan suami korban bahwa usus tersebut telah berhasil disambung,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senada apa yang dikatakan, Dokter Enrico dari RS Aloei Saboe. Ia membantah keterangan suami korban itu, pasalnya pasien, bukan tidak ada pelengkatan. Menurutnya, setelah 2 jam melakukan operasi pelengketan dan miom tersebut ia memanggil suaminya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Setelah 2 jam melakukan operasi saya memanggil suaminya, bahwa pelengkatan yang sangat hebat dan miom sudah dikeluarkan,&#8221; jelas Enrico.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Alhamdulillah perutnya sudah saya tutup, setelah itu, perawatan 4 sampai 5 hari,&#8221; ujar Enrico.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/begini-tanggapan-dokter-aw-yang-diduga-melakukan-malpraktik/">Begini Tanggapan Dokter AW yang Diduga Melakukan Malpraktik</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/begini-tanggapan-dokter-aw-yang-diduga-melakukan-malpraktik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terjadi Perbedaan Pendapat Soal Dugaan Malpraktik RS Multazam</title>
		<link>https://prosesnews.id/terjadi-perbedaan-pendapat-soal-dugaan-malpraktik-rs-multazam/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/terjadi-perbedaan-pendapat-soal-dugaan-malpraktik-rs-multazam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2021 14:17:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=35860</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo akhirnya menggelar Hearing atas aduan Dugaan...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/terjadi-perbedaan-pendapat-soal-dugaan-malpraktik-rs-multazam/">Terjadi Perbedaan Pendapat Soal Dugaan Malpraktik RS Multazam</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-35767" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-1024x576.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-300x169.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-768x432.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-750x422.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-1140x641.jpeg 1140w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Terjadi Perbedaan Pendapat Soal Dugaan Malpraktik RS Multazam</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">PROSESNEWS.ID &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo akhirnya menggelar Hearing atas aduan Dugaan Malpraktik di Rumah Sakit (RS) Multazam. Dalam hearing itu, diawali dengan mendengarkan pengaduan pihak korban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">YH yang merupakan suami korban mengatakan, sebelumnya, ia bersama korban melakukan konsultasi ke salah satu dokter spesialis kandungan di Kota Gorontalo. Saat dilakukan diagnosa oleh dokter AW pasien memiliki kista berukuran 5.0 dan dan Miom berukuran 9.8 atau berukuran sebesar kepala bayi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, korban melakukan operasi di RS Multazam sesuai arahan dari dokter tersebut. Saat dilakukan operasi, tiba-tiba tidak bisa dilanjutkan dengan alasan telah terjadi perlengketan usus di seluruh lapisan perut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, pasien dibiarkan dalam kondisi perut terbelah, dan yang melanjutkan jahitan operasinya ialah dokter TB. Dokter tersebut juga merupakan salah satu dokter bedah yang ada di RS Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah akan dilanjutkan, TB menyampaikan, jika telah terjadi robekan pada usus Pasien yang diakibatkan oleh sayatan operasi oleh dokter sebelumnya. Selang beberapa hari kemudian, Korban dugaan malpraktek di Rumah Sakit (RS) Multazam Kota Gorontalo MG akhirnya meninggal dunia, pada hari Jumat 15 Oktober 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Direktur Rumah Sakit (RS) Multazam Gorontalo, Syahrudin Syam Biya mengungkapkan, korban selama berada di RS Multazam ditangani dengan baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Karena tugas utama RS adalah menjaga keamanan pasien, kami tidak mungkin menjerumuskan pasien ke hal-hal yang tidak bagus,&#8221; ungkap syahrudin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Syahrudin mengatakan, luka korban saat berada di RS telah dijahit bahkan diperban. Jadi, pihaknya tidak membiarkan luka tersebut dalam keadaan menganga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami juga tidak memulangkan korban, tapi keluarga korban yang meminta untuk segera dirujuk ke RS Aloei Saboe,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Syahrudin juga tidak setuju, kalau RS Multazam tidak memberikan resep obat saat keluar dan tidak dipinjamkan ambulans. Pasalnya, ambulans telah disiapkan bahkan ditawari, dan obat untuk korban telah diberikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tetapi, saat diberikan obat, keluarga korban mengambil keesokan harinya, dan untuk mobil ambulans telah disiapkan,&#8221; terang Syahrudin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Syahrudin mempertanyakan, dalam kasus tersebut apakah Malpraktik atau hanya risiko saja. Karena, tidak ada hal yang pasti seorang dokter melakukan tindakan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Oleh karena itu, IDI nantinya akan mendalami kasus ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disamping itu, Ikatan Dokter Indonesia Kota Gorontalo Isman Yusuf mengatakan, pihaknya telah memerintahkan kedua RS melakukan Audit. Nanti akan secepatnya diserahkan ke MKEK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kemungkinan maksimal satu minggu ketika ada hasilnya akan segera diumumkan pada publik,&#8221; kata Isman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isman menerangkan, pada saat di MKEK, semua pihak dikumpulkan, mulai dari dokter, rumah sakit, keluarga, semua akan diambil pendapat dan kesaksiannya. Tidak ada yang ditutup-tutupi, tapi dalam menjalankan sidang itu sifatnya tertutup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Mudah-mudahan tugas dari audit medik, komite medik, dan MKEK bisa ada hasil dalam waktu yang Secepat-cepatnya,&#8221; pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/terjadi-perbedaan-pendapat-soal-dugaan-malpraktik-rs-multazam/">Terjadi Perbedaan Pendapat Soal Dugaan Malpraktik RS Multazam</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/terjadi-perbedaan-pendapat-soal-dugaan-malpraktik-rs-multazam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dugaan Malapraktik, DPRD Kota Gorontalo diminta Lakukan Hearing</title>
		<link>https://prosesnews.id/dugaan-malapraktik-dprd-kota-gorontalo-diminta-lakukan-hearing/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/dugaan-malapraktik-dprd-kota-gorontalo-diminta-lakukan-hearing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2021 03:40:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPRD Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=35838</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Kuasa hukum YMP Law Firm, datangi Kantor DPRD Kota Gorontalo, untuk mengantarkan surat...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/dugaan-malapraktik-dprd-kota-gorontalo-diminta-lakukan-hearing/">Dugaan Malapraktik, DPRD Kota Gorontalo diminta Lakukan Hearing</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="650" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-1-1024x650.jpeg" alt="" class="wp-image-35839" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-1-1024x650.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-1-300x190.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-1-768x487.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-1-750x476.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-1.jpeg 1127w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>aDugaan Malapraktik, DPRD Kota Gorontalo diminta Lakukan Hearing</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">PROSESNEWS.ID &#8211; Kuasa hukum YMP Law Firm, datangi Kantor DPRD Kota Gorontalo, untuk mengantarkan surat permohonan hearing atas dugaan malpraktik di Rumah Sakit (RS) Multazam, Senin (18/10/2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hari ini kami Telah mengantarkan surat permohonan Hearing kepada DPRD Kota Gorontalo” ungkap Ardy Wiranata</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ardi mengatakan, tujuan permohonan itu merupakan bagian dari fungsi kontrol DPRD atas dugaan tindakan Malpraktik yang dilakukan oleh Oknum Dokter tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hal ini kami lakukan, karena ini sudah sangat meresahkan masyarakat Gorontalo, apalagi ini tindakan yang melukai rasa kemanusiaan,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selain hal itu, kami meminta kepada DPRD Kota untuk memeriksa dan meminta keterangan atas tindakan yang dilakukan oleh Pihak RS dan Oknum Dokter tersebut,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo Irwan Hunawa mengatakan, surat tersebut akan segera ditindaklanjuti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kemungkinan, besok kami akan melakukan hearing dengan Komisi Gabungan DPRD Kota Gorontalo, yakni komisi a, b dan c,&#8221; pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Irwan menyampaikan, selain mengundang pihak RS Multazam, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga akan diundang. Sehingga, semua keterangan akan diterima oleh DPRD Kota Gorontalo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami juga akan mengundang semua pihak untuk dimintai keterangan, jadi ditunggu saja besok sekitar jam 10 atau jam 11 pagi,&#8221; tandasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/dugaan-malapraktik-dprd-kota-gorontalo-diminta-lakukan-hearing/">Dugaan Malapraktik, DPRD Kota Gorontalo diminta Lakukan Hearing</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/dugaan-malapraktik-dprd-kota-gorontalo-diminta-lakukan-hearing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dugaan Malpraktik RS Multazam, Pihak Korban Mengadu ke Dinkes Provinsi</title>
		<link>https://prosesnews.id/dugaan-malpraktik-rs-multazam-pihak-korban-mengadu-ke-dinkes-provinsi/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/dugaan-malpraktik-rs-multazam-pihak-korban-mengadu-ke-dinkes-provinsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2021 06:44:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=35804</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Dugaan Malapraktek di Rumah Sakit (RS) Multazam terus bergulir. Kali ini kuasa hukum...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/dugaan-malpraktik-rs-multazam-pihak-korban-mengadu-ke-dinkes-provinsi/">Dugaan Malpraktik RS Multazam, Pihak Korban Mengadu ke Dinkes Provinsi</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-1024x650.jpeg" alt="" class="wp-image-35805" width="645" height="409" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-1024x650.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-300x190.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-768x487.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37-750x476.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-18-at-13.30.37.jpeg 1127w" sizes="auto, (max-width: 645px) 100vw, 645px" /><figcaption>Dugaan Malpraktik di RS Multazam, Keluarga Korban Mengadu de Dinkes Provinsi</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">PROSESNEWS.ID &#8211; Dugaan Malapraktek di Rumah Sakit (RS) Multazam terus bergulir. Kali ini kuasa hukum korban mengadukan kasus tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo, Senin (18/10/2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dengan adanya aduan aduan ini, harapannya Dinkes dapat melakukan pengawasan serta pemeriksaan secara internal kepada RS Multazam, agar dapat mengungkap, fakta-fakta terkait dengan adanya dugaan Malpraktik,&#8221; kata Yakop Mahmud.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yakop mengaku, pihaknya serta suami korban telah menceritakan kejadian yang telah terjadi kepada Dinkes Provinsi Gorontalo. Tentunya, dari kuasa hukum juga sedang mengumpulkan bukti-bukti awal, baik dari RS Multazam maupun RS Aloei Saboe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kemudian, jika telah terkumpul bukti-bukti tersebut, akan disatukan dan diserahkan ke Polda maupun ke Polres Gorontalo,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Dinas Provinsi Gorontalo mengungkapkan, aduan dari masyarakat sekecil apapun, nanti akan ditindaklanjuti. Oleh karena itu, berikan kesempatan atau waktu kepada pihak Dinkes untuk memproses.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami meminta kepada semua pihak, baik terlapor dan pelapor, penasehat hukum, bahkan masyarakat secara umum, berikan kesempatan kepada pihak yang akan menangani kasus ini,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, tentunya pihak-pihak terkait akan diundang. Agar masalah tersebut bisa secepatnya diselesaikan secara bersama-sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;<em>Insyah Allah</em> masalah ini bisa kita selesaikan bersama, dan menuju ke arah yang lebih baik,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, YH bersama korban melakukan konsultasi ke salah satu dokter spesialis kandungan di Kota Gorontalo. Saat dilakukan diagnosa oleh dokter AW pasien memiliki kista berukuran 5,0 dan dan Miom berukuran 9,8 atau berukuran sebesar kepala bayi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, korban melakukan operasi di RS Multazam sesuai arahan dari dokter tersebut. Saat dilakukan operasi, tiba-tiba tidak bisa dilanjutkan dengan alasan telah terjadi perlengketan usus di seluruh lapisan perut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, pasien dibiarkan dalam kondisi perut terbelah, dan yang melanjutkan jahitan operasinya adalah dokter TB. Ia merupakan salah satu dokter bedah yang ada di RS Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah akan dilanjutkan, TB menyampaikan, jika telah terjadi robekan pada usus Pasien yang diakibatkan oleh sayatan/operasi oleh dokter sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selang beberapa hari kemudian, korban dugaan malpraktek di Rumah Sakit (RS) Multazam Kota Gorontalo MG akhirnya meninggal dunia, pada hari Jum’at 15 Oktober 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/dugaan-malpraktik-rs-multazam-pihak-korban-mengadu-ke-dinkes-provinsi/">Dugaan Malpraktik RS Multazam, Pihak Korban Mengadu ke Dinkes Provinsi</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/dugaan-malpraktik-rs-multazam-pihak-korban-mengadu-ke-dinkes-provinsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakta-Fakta Dugaan Malpraktik di RS Multazam Gorontalo</title>
		<link>https://prosesnews.id/fakta-fakta-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-gorontalo/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/fakta-fakta-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-gorontalo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2021 05:18:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter AW]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=35798</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Hingga kini dugaan malpraktik yang terjadi di RS Multazam Kota Gorontalo belum juga...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/fakta-fakta-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-gorontalo/">Fakta-Fakta Dugaan Malpraktik di RS Multazam Gorontalo</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.18.jpeg" alt="" class="wp-image-35799" width="665" height="462" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.18.jpeg 927w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.18-300x209.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.18-768x534.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.18-750x522.jpeg 750w" sizes="auto, (max-width: 665px) 100vw, 665px" /><figcaption>Fakta-Fakta Terkait Dugaan Malpraktik di RS Multazam Gorontalo</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">PROSESNEWS.ID &#8211; Hingga kini dugaan malpraktik yang terjadi di RS Multazam Kota Gorontalo belum juga terkuak. Berikut fakta terkait dugaan malpraktik berdasarkan keterangan suami korban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya YH bersama korban melakukan konsultasi ke salah satu dokter spesialis kandungan di Kota Gorontalo dikarenakan mengeluh sakit di bagian perut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter tersebut kemudian melakukan diagnosa. Setelahnya oleh dokter, pasien divonis memiliki kista berukuran 5.0 dan Miom berukuran 9.8 atau berukuran sebesar kepala bayi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter tersebut kemudian menyarankan untuk mengangkat penyakit kista dan miom tersebut dengan cara operasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, Mereka kembali berkonsultasi dan saat itu juga dokter tersebut meminta kepada Pasien untuk segera menjadwalkan waktu operasi kepada pasien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, pada 20 September 2021 korban telah menjalani operasi tanpa ditemani oleh pihak keluarga. Selang beberapa menit di dalam ruang operasi, oknum dokter tersebut keluar dan menyampaikan kepada keluarga pasien bahwa Operasi Telah Gagal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, oknum dokter tersebut, menyampaikan bahwa tindakan operasi itu akan dilanjutkan oleh dokter bedah lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter kedua yang melakukan tindakan operasi saat itu menyampaikan jika telah terjadi robekan pada usus pasien. Hal itu diduga diakibatkan oleh sayatan/operasi oleh dokter sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter bedah dan pihak RS Multazam diduga kuat membiarkan pasien keluar dengan kondisi luka di perut yang tidak terjahit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keluar cairan berwarna hitam&nbsp; dengan bau yang menyengat dari dalam perut korban, melalui lubang operasi yang tidak dijahit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasien keluar tidak diberikan resep obat apapun, mirisnya lagi, korban tidak disarankan untuk datang ke rumah sakit lain, dan hanya disuruh berdoa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya pada hari kamis tanggal 7 oktober 2021, Pasien dibawa ke RSUD Aloei Saboe dan ditangani oleh Dokter Enrico Ambang Banua Medellu atas inisiatif dari keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tindakan operasi Dokter Enrico mengajak suami pasien ke dalam ruang operasi dan menunjukkan secara langsung bahwa tidak ada kista sebesar 5.0 dan Miom berukuran 9.8 sebagaimana yang disampaikan oleh dokter sebelumnya yang melakukan operasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak terdapat perlengketan usus di dinding perut sebagaimana yang disampaikan oleh dokter sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun faktanya, yang terjadi adalah, terdapat usus besar dan usus halus serta empedu yang tersayat akibat operasi sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Keterangan IDI Gorontalo</strong></p>



<ol class="wp-block-list"><li>IDI menyampaikan ikut berbela sungkawa atas wafatnya pasien berinisial MG pada Jumat 15 Oktober 2021. Teriring doa semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.</li><li>IDI telah meminta kepada komite medik kedua rumah sakit untuk secepatnya melaksanakan audit medis atas kasus tersebut.</li><li>IDI telah menerima aduan resmi dari penasehat hukum sebagai penerima kuasa dari suami almarhumah terkait kasus tersebut dan telah meminta Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) untuk memproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku</li><li>IDI meminta kepada sejumlah pihak untuk menahan diri untuk tidak menjustifikasi tindakan yang dilakukan oleh dokter termasuk malpraktek dan lebih mengedepankan asas praduga tak bersalah sebelum ada keputusan resmi dari MKEK IDI.</li><li>IDI telah melakukan klarifikasi dan konfirmasi kepada sejumlah dokter yang disebut-sebut dalam pemberitaan tersebut dan mendapatkan bahwa tidak ada perbedaan hasil pemeriksaan di antara para dokter tersebut terhadap pasien.</li><li>IDI menyesalkan pemberitaan yang dilakukan sejumlah media online yang tidak berimbang dan cenderung beropini menghakimi dokter dan Rumah Sakit.<br>Media online hanya memuat informasi sepihak dari keluarga pasien tanpa diimbangi klarifikasi dan konfirmasi dari pihak dokter. Hal ini jelas tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 dan 3 serta Undang-Undang No.40 tahun 1999 tentang pers pasal 5 ayat 1.</li><li>IDI menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu sesuai Undang-Undang No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 28 ayat 2.</li></ol>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/fakta-fakta-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-gorontalo/">Fakta-Fakta Dugaan Malpraktik di RS Multazam Gorontalo</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/fakta-fakta-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-gorontalo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rentetan Kejadian Dugaan Malpraktik di RS Multazam Gorontalo</title>
		<link>https://prosesnews.id/rentetan-kejadian-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-gorontalo/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/rentetan-kejadian-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-gorontalo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2021 03:39:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter AW]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=35766</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Seorang perempuan berinisial MG diduga menjadi korban malpraktik di Rumah Sakit (RS) Multazam...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/rentetan-kejadian-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-gorontalo/">Rentetan Kejadian Dugaan Malpraktik di RS Multazam Gorontalo</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-35767" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-1024x576.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-300x169.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-768x432.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-750x422.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19-1140x641.jpeg 1140w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/WhatsApp-Image-2021-10-17-at-09.37.19.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption> Rumah Sakit (RS) Multazam Kota Gorontalo </figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">PROSESNEWS.ID &#8211; Seorang perempuan berinisial MG diduga menjadi korban malpraktik di Rumah Sakit (RS) Multazam Kota Gorontalo. Korban akhirnya mengembuskan napas terakhir dengan kondisi yang mengenaskan Jumat (15/10/ 2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">YH selaku suami korban menjelaskan, kronologi perawatan medis istrinya selama di RS Multazam Kota Gorontalo. Sebelumnya, pada Kamis 16 September 2021, YH bersama korban melakukan konsultasi ke salah satu dokter spesialis kandungan di Kota Gorontalo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Istri saya ini, saat itu menyampaikan keluhan yang ia rasa berupa haid kurang lancar, dan rasa nyeri di bagian perut,” kata YH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, dokter tersebut melakukan diagnosa. Setelahnya oleh dokter, pasien divonis memiliki kista berukuran 5.0 dan Miom berukuran 9.8 atau berukuran sebesar kepala bayi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mendengar hasil diagnosa tersebut, pasutri ini menanyakan bagaimana upaya untuk menyembuhkannya. dokter pun mengatakan bahwa penyakit ini tidak boleh hanya sebatas minum obat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Biar obat satu karung, penyakit ini tidak bisa sembuh,” ungkap YH mengulang kembali jawaban dokter itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter tersebut kemudian menyarankan untuk mengangkat penyakit kista dan miom tersebut dengan cara operasi. Singkat cerita, pada Kamis 16 September 2021, pasangan suami istri (pasutri) itu kembali mendatangi dokter tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka kembali berkonsultasi dan saat itu juga dokter tersebut meminta kepada Pasien untuk segera menjadwalkan waktu operasi kepada pasien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Waktu operasi pun di jadwalkan pada Senin 20 September 2021 bertempat di RS Multazam Gorontalo, dimana yang akan melakukan operasi adalah oknum dokter itu,” jelas YH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, pada 20 September 2021 korban telah menjalani operasi tanpa ditemani oleh pihak keluarga. Selang beberapa menit di dalam ruang operasi, oknum dokter tersebut keluar dan menyampaikan kepada keluarga pasien bahwa Operasi Telah Gagal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Operasi tidak dapat dilanjutkan dengan alasan telah terjadi perlengketan usus di seluruh lapisan perut pasien. Pengangkatan penyakit miom dan kista sudah tidak dapat dilanjutkan lagi,” jelas YH, mengulang kembali penjelasan oknum dokter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, oknum dokter tersebut, menyampaikan bahwa tindakan operasi itu akan dilanjutkan oleh dokter bedah lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sangat sayangkan pasien hanya dibiarkan dalam kondisi perut terbelah dan yang melanjutkan jahitan operasinya ialah dokter lainnya,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">YH menambahkan, dokter kedua yang melakukan tindakan operasi saat itu menyampaikan jika telah terjadi robekan pada usus pasien. Hal itu diduga diakibatkan oleh sayatan/operasi oleh dokter sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter bedah dan pihak RS Multazam kemudian membiarkan pasien keluar dengan kondisi luka di perut yang tidak terjahit. Bahkan, pasien keluar tidak diberikan resep obat apapun, mirisnya lagi, korban tidak disarankan untuk datang ke rumah sakit lain, dan hanya disuruh berdoa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya pada hari kamis tanggal 7 oktober 2021, Pasien dibawa ke RSUD Aloei Saboe dan ditangani oleh Dokter Enrico Ambang Banua Medellu atas inisiatif dari keluarga. Setelah dilakukan perawatan, kemudian diagendakan untuk Operasi pada hari sabtu tanggal 9 Oktober 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tindakan operasi Dokter Enrico mengajak suami pasien ke dalam ruang operasi dan menunjukkan secara langsung bahwa tidak ada kista sebesar 5.0 dan Miom berukuran 9.8 sebagaimana yang disampaikan oleh dokter sebelumnya yang melakukan operasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jadi tidak ada kista sebesar berukuran 5.0 dan Miom berukuran 9.8 sebagaimana yang disampaikan oleh dokter pertama yang melakukan operasi,” ungkap YH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">YH melanjutkan, bahkan tidak terdapat perlengketan usus di dinding perut sebagaimana yang disampaikan oleh dokter sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Faktanya yang terjadi adalah, terdapat usus besar dan usus halus serta empedu yang tersayat akibat operasi sebelumnya,” tegas suami Korban YH, yang mengulangi keterangan dari dokter enrico.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pernyataan IDI</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Usai kejadian dugaan Malpraktek di Rumah Sakit (RS) Multazam tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi melalui Press Release, Sabtu (17/10/2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Press Release tersebut merupakan hasil rapat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Diantaranya, IDI cabang Gorontalo/Kota se Provinsi Gorontalo, Perhimpunan Dokter Obstetri, dan Ginekologi Indonesia, Perhimpunan Dokter Bedah Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dihadiri juga jajaran Direktur dan komite medik Rumah Sakit terkait yang juga ikut dihadiri oleh ketiga orang dokter yang melakukan operasi pada pasien tersebut. Dalam Rapat tersebut ada 7 poin yang menjadi hasil rapat.</p>



<ol class="wp-block-list"><li> IDI menyampaikan ikut berbela sungkawa atas wafatnya pasien berinisial MG pada Jumat 15 Oktober 2021. Teriring doa semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.</li><li>IDI telah meminta kepada komite medik kedua rumah sakit untuk secepatnya melaksanakan audit medis atas kasus tersebut.</li><li>IDI telah menerima aduan resmi dari penasehat hukum sebagai penerima kuasa dari suami almarhumah terkait kasus tersebut dan telah meminta Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) untuk memproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku</li><li>IDI meminta kepada sejumlah pihak untuk menahan diri untuk tidak menjustifikasi tindakan yang dilakukan oleh dokter termasuk malpraktek dan lebih mengedepankan asas praduga tak bersalah sebelum ada keputusan resmi dari MKEK IDI.</li><li>IDI telah melakukan klarifikasi dan konfirmasi kepada sejumlah dokter yang disebut-sebut dalam pemberitaan tersebut dan mendapatkan bahwa tidak ada perbedaan hasil pemeriksaan di antara para dokter tersebut terhadap pasien.</li><li>IDI menyesalkan pemberitaan yang dilakukan sejumlah media online yang tidak berimbang dan cenderung beropini menghakimi dokter dan Rumah Sakit.<br>Media online hanya memuat informasi sepihak dari keluarga pasien tanpa diimbangi klarifikasi dan konfirmasi dari pihak dokter. Hal ini jelas tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 dan 3 serta Undang-Undang No.40 tahun 1999 tentang pers pasal 5 ayat 1.</li><li>IDI menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu sesuai Undang-Undang No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 28 ayat 2.</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/rentetan-kejadian-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-gorontalo/">Rentetan Kejadian Dugaan Malpraktik di RS Multazam Gorontalo</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/rentetan-kejadian-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-gorontalo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Walikota Gorontalo Minta Dugaan Malpraktik di RS Multazam Segera Diselesaikan</title>
		<link>https://prosesnews.id/walikota-gorontalo-minta-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-segera-diselesaikan/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/walikota-gorontalo-minta-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-segera-diselesaikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2021 01:35:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemkot Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[IDI Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[Marten Taha]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=35764</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Walikota Gorontalo Marten Taha Minta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengawal kasus dugaan Malpraktik...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/walikota-gorontalo-minta-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-segera-diselesaikan/">Walikota Gorontalo Minta Dugaan Malpraktik di RS Multazam Segera Diselesaikan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="810" height="540" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-24-at-17.57.53.jpeg" alt="" class="wp-image-28950" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-24-at-17.57.53.jpeg 810w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-24-at-17.57.53-300x200.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-24-at-17.57.53-768x512.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-24-at-17.57.53-250x167.jpeg 250w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-24-at-17.57.53-750x500.jpeg 750w" sizes="auto, (max-width: 810px) 100vw, 810px" /><figcaption>Marten Taha</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">PROSESNEWS.ID &#8211; Walikota Gorontalo Marten Taha Minta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengawal kasus dugaan Malpraktik di Rumah Sakit (RS) Multazam hingga selesai dan transparan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu disampaikan Marten Taha saat dikonfirmasi oleh prosesnews.id melalui via WhatsApp, Sabtu (16/10/2021) pukul 18:30.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Marten menyatakan, dugaan Malpraktek itu tentunya adalah wilayah hukum kedokteran, yang sepenuhnya diserahkan ke proses hukum. Mungkin, yang akan menindaklanjuti hal tersebut adalah Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tetapi, kami minta agar masalah ini segera diselesaikan sesuai prosedur dan transparansi,&#8221; kata Marten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Marten menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, akan memanggil&nbsp; pimpinan kedua RS yg menangani pasien. Karena, korban dirawat di RS Aloei Saboe dan Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tentunya, tidak akan mencampuri proses hukum yang sudah berjalan dan meminta Dinas Kesehatan Kota Gorontalo untuk menelusurinya dan melaporkannya kepada kami,&#8221; terang Marten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Marten menjelaskan, almarhum merupakan aparat ASN sebagai Kepala TK Negeri Pembina Kihajar Dewantara. Tentunya, Pemkot merasa sangat kehilangan apalagi korban adalah guru yg kreatif, inovasi, dan berprestasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami turut berduka cita yang sangat mendalam atas kepergian almarhum, semoga beroleh tempat yg mulia disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,&#8221; jelas Marten.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Reporter : Reza Saad</code></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/walikota-gorontalo-minta-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-segera-diselesaikan/">Walikota Gorontalo Minta Dugaan Malpraktik di RS Multazam Segera Diselesaikan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/walikota-gorontalo-minta-dugaan-malpraktik-di-rs-multazam-segera-diselesaikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sadis !! Perut Dibelah Tanpa Dijahit, Diduga Malpraktek RS Multazam</title>
		<link>https://prosesnews.id/sadis-perut-dibelah-tanpa-dijahit-diduga-malpraktek-rs-multazam/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/sadis-perut-dibelah-tanpa-dijahit-diduga-malpraktek-rs-multazam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2021 09:31:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek]]></category>
		<category><![CDATA[Malpraktek RS Multazam]]></category>
		<category><![CDATA[RS Multazam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=35739</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Korban dugaan malpraktek di Rumah Sakit (RS) Multazam Kota Gorontalo MG akhirnya meninggal...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/sadis-perut-dibelah-tanpa-dijahit-diduga-malpraktek-rs-multazam/">Sadis !! Perut Dibelah Tanpa Dijahit, Diduga Malpraktek RS Multazam</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="360" height="240" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/images-11.jpeg" alt="" class="wp-image-35740" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/images-11.jpeg 360w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/10/images-11-300x200.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 360px) 100vw, 360px" /><figcaption>Ilustrasi Malpraktek</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PROSESNEWS.ID </strong>&#8211; Korban dugaan malpraktek di Rumah Sakit (RS) Multazam Kota Gorontalo MG akhirnya meninggal dunia, pada 15 Oktober 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">YH selaku suami korban menjelakan kronologi perawatan medis korban selama di RS Multazam Kota Gorontalo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Kamis tanggal 16 September 2021, YH bersama korban melakukan konsultasi ke salah satu dokter spesialis kandungan di Kota Gorontalo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Isteri saya ini, saat itu menyampaikan keluhan yang ia rasa berupa haid kurang lancar, dan rasa nyeri di bagian perut,&#8221; kata YH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya oknum dokter tersebut mendiagnosa pasien memiliki kista berukuran 5,0 dan dan Miom berukuran 9,8 atau berukuran sebesar kepala bayi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mendengar hasil diagnosa tersebut, YH dan korban menanyakan bagaimana upaya untuk menyembuhkannya ?<br>&#8220;Biar mo minum akan obat satu karung, tidak bisa mo sembuh,&#8221; ungkap YH mengulang kembali jawaban dokter tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter tersebut kemudian menyarankan untuk segera mengangkat penyakit kista dan miom tersebut dengan cara operasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, pada Kamis 16 September 2021, Pasien didampingi YH mendatangi lagi dokter tersebut, untuk berkonsultasi, dan saat itu juga dokter tersebut meminta kepada Pasien untuk segera menjadwalkan waktu operasi kepada Pasien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Waktu operasi pun di jadwalkan pada Senin 20 September 2021 bertempat di RS Multazam Gorontalo, dimana yang akan melakukan operasi tersebut adalah oknum dokter terebut,&#8221; jelas YH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tanggal 20 September 2021 korban akhirnya menjalani operasi namun tanpa ditemani oleh keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selang beberapa menit di dalam ruang operasi atau sesaat melakukan tindakan operasi (bedah), oknum dokter tersebut keluar dan menyampaikan kepada keluarga pasien bahwa Operasi Telah Gagal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Operasi tidak dapat dilanjutkan dengan alasan telah terjadi pelengketan usus diseluruh lapisan perut Pasien dan pengangkatan penyakit Miom dan Kista sudah tidak dapat dilanjutkan lagi,&#8221; urai YH, mengulang kembali penjelasan oknum dokter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, oknum dokter tersebut, menyampaikan bahwa tindakan operasi selanjutnya akan dilanjutkan oleh dokter bedah lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami sangat sayangkan pasien hanya dibiarkan dalam kondisi perut terbelah, dan yang melajutkan jahitan operasinya ialah dokter lainnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">YH menambahkan, dokter kedua yang melakukan tindakan operasi saat itu menyampaikan jika telah terjadi robekan pada usus Pasien yang diakibatkan oleh sayatan/operasi oleh dokter sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah tindakan operasi tersebut, pasien tidak diizinkan makan selama 10 Hari, dan disarankan untuk belajar duduk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun pada hari ke-5 setelah operasi tersebut, Pasien diminta untuk duduk dan menggerak-gerakkan badan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada hari Jumat tanggal 24 September 2021 keluar cairan berwarna hijau dan berbau busuk dari perut korban, setelah dikonsultasikan ke dokter bedah. Dokter menjawab &#8220;itu hanya darah kotor yang keluar&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 2021, setelah 17 hari berada di RS Multazam, pasien diminta keluar oleh dokter bedah terebut, dalam kondisi luka bekas operasi terbuka menganga dan mengeluarkan bau busuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Melihat kondisi pasien seperti ini, usus-usus terlihat dari luar dengan luka menganga, saya bertanya ke dokter, apakah Pasien tidak akan dirujuk dulu ke RS lain,&#8221; tanya YH kepada dokter bedah RS Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pihaknya merasa tidak puas dam meminta agar isterisnya tersebut untuk dirujuk ke rumah sakit lain, namun sayangnya permintaan tersebut ditolak oleh pihak RS Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Yang membuat kami kecewa, mendapati jawaban dari dokter ahli bedah terebut bahwa Pasien sudah tidak bisa diapa-apakan lagi dan disarankan keluarga untuk banyak berdoa,&#8221; ungkap YH sambil menangis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dokter menyampaikan Pasien tidak dapat lagi dirujuk ke RS manapun, dan sudah tidak ada lagi harapan untuk sembuh,&#8221;…..</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sangat disayangkan dokter bedah dan pihak RS Multazam membiarkan Pasien keluar dengan kondisi luka di perut yang tidak terjahit, dan Pasien keluar tidak diberikan obat apapun (tidak ada resep obat, dll) bahkan tidak direkomendasikan lagi untuk dilakukan perawatan intensif ke RS lain, dan hanya disuruh berdoa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya pada hari kamis tanggal 7 oktober 2021, Pasien dibawa ke RSAS dan ditangani oleh Dokter Enrico Ambang Banua Medellu, Sp.B, atas inisiatif dari keluarga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah dilakukan perawatan, kemudian diagendakan untuk Operasi pada hari sabtu tanggal 9 Oktober 2021, dimana pada saat Tindakan operasi Dokter Enrico mengajak suami pasien kedalam ruang operasi dan menunjukkan secara langsung bahwa tidak ada kista sebesar berukuran 5,0 dan dan Miom berukuran 9,8 sebagaimana yang disampaikan oleh dokter pertama yang melakukan operasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi tidak ada kista sebesar berukuran 5,0 dan dan Miom berukuran 9,8 sebagaimana yang disampaikan oleh dokter pertama yang melakukan operasi,&#8221; ungkap YH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">YH melanjutkan, bahkan tidak terdapat pelengketan usus di dinding perut sebagaimana yang disampaikan oleh dokter sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Faktanya yang terjadi adalah, terdapat usus besar dan usus halus serta empedu yang tersayat akibat operasi sebelumnya,&#8221; tegas suami Korban YH, yang mengulangi keterangan dari dokter enrico.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu Direktur Rumah Sakit Multazam Gorontalo Sam Biaya saat di konfrimasi belum mau memberikan keterangannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nanti di kantor aja besok, saya sudah di rumah mau istrahat,&#8221; ujarnya dengan singkat saat di konfrimasi via telpon genggamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sama halnya dengan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo Isman Yusuf, saat di mintai keterangan mengaku belum mendapatkan laporan resmi dari keluarga korban perihal dugaan malpraktek yang terjadi di RS Multazam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya belum bisa memberikan tanggapan, karena saya belum menerima aduan resmi dari korban yang merasa di rugikan,&#8221; ungkapnya dengan singkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reporter : Helmi Rasid</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/sadis-perut-dibelah-tanpa-dijahit-diduga-malpraktek-rs-multazam/">Sadis !! Perut Dibelah Tanpa Dijahit, Diduga Malpraktek RS Multazam</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/sadis-perut-dibelah-tanpa-dijahit-diduga-malpraktek-rs-multazam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
