
PROSESNEWS.ID – Anggota MPR RI sekaligus DPD RI, H. Jasin U. Dilo, kembali menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 ini bertempat di Jl. Jakarta 1 No 26, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, dan dihadiri oleh sekitar 150 warga setempat.
Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya, kegiatan kali ini dikemas dengan pendekatan yang lebih membumi dan relevan dengan dinamika masyarakat perkotaan saat ini. Acara ini menjadi ruang diskusi interaktif bagi warga untuk menyampaikan berbagai keresahan, mulai dari tantangan ekonomi kerakyatan, kerukunan antarwarga, hingga maraknya informasi palsu (hoaks).
Dalam sesi dialog, warga menyoroti nasib pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Dulalowo yang harus berjuang di tengah persaingan bisnis modern. Merespons hal tersebut, H. Jasin U. Dilo menekankan bahwa keberpihakan pada UMKM adalah wujud nyata pengamalan Sila Kelima Pancasila.
“Sebagai wakil daerah, saya terus mendorong regulasi yang mempermudah UMKM, seperti akses modal dan pelatihan digital. Namun, dari sisi masyarakat, bela negara yang paling nyata saat ini adalah dengan memiliki kebanggaan untuk membeli dan menggunakan produk buatan tetangga kita sendiri,” tegas H. Jasin.
Selain isu ekonomi, kerukunan di tengah masyarakat heterogen Kota Gorontalo juga menjadi sorotan. Terlebih, derasnya arus informasi di era digital kerap membawa hoaks yang memicu perpecahan di grup-grup komunitas atau WhatsApp warga.
Terkait ancaman digital tersebut, H. Jasin berpesan agar masyarakat menerapkan Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, dengan bersikap kritis terhadap informasi. “Zaman sekarang, ancaman terhadap keutuhan NKRI bukan lagi penjajah bersenjata, melainkan informasi yang memecah belah. Praktiknya sederhana: saring sebelum sharing. Jika menerima informasi provokatif yang memancing kebencian SARA, hentikan di Anda, jangan ikut menyebarkan,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, disepakati pula beberapa rekomendasi strategis untuk memperkuat pemahaman kebangsaan ke depan. Warga dan narasumber sepakat bahwa sosialisasi untuk Generasi Milenial dan Gen Z harus dilakukan melalui pendekatan digital yang kreatif, seperti pembuatan podcast atau kampanye media sosial.
Lebih lanjut, H. Jasin mendorong penguatan peran pengurus RT/RW, aparatur kelurahan, dan tokoh agama sebagai “Duta 4 Pilar”. Merekalah garda terdepan yang paling efektif untuk meredam gesekan sosial, mengklarifikasi hoaks, dan menghidupkan kembali tradisi musyawarah mufakat di tingkat terkecil.
Acara sosialisasi ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban seremonial, tetapi benar-benar menjadi katalisator bagi warga Kelurahan Dulalowo untuk terus merawat toleransi, memajukan ekonomi lokal, dan menjaga keutuhan NKRI.
Reporter: Pian N. Peda












