
PROSESNEWS.ID – Deretan persiapan terus dimatangkan menjelang pelaksanaan Temu Jurnalis Gorontalo yang akan digelar pada 12–13 Juni 2026. Di balik berbagai agenda yang tengah disusun, panitia kini memasuki fase akhir persiapan dengan tingkat kesiapan yang telah mencapai 80 persen.
Kegiatan yang mempertemukan wartawan, mahasiswa, dan siswa ini mendapat sambutan yang cukup besar. Pendaftaran peserta hampir sepenuhnya rampung, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap forum yang mengusung semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman di dunia jurnalistik tersebut.
Ketua Panitia Temu Jurnalis Gorontalo, Lukman Polimengo, mengatakan, seluruh elemen penting kegiatan terus dipastikan berjalan sesuai rencana. Mulai dari kesiapan peserta hingga sarana pendukung di lokasi acara telah menjadi fokus panitia dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi semua peserta. Semua persiapan dilakukan dengan cermat agar acara ini berjalan sukses,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mendekati angka 200 orang. Jumlah tersebut menjadikan Temu Jurnalis Gorontalo berpotensi menjadi salah satu forum pertemuan insan pers terbesar yang pernah digelar di daerah ini.
Tak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para jurnalis, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang media dan komunikasi. Para siswa dan mahasiswa nantinya akan berkesempatan berinteraksi langsung dengan para praktisi jurnalistik serta memperoleh wawasan mengenai dinamika kerja media.
Sementara itu, berbagai fasilitas penunjang di lokasi kegiatan juga telah dipersiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman bagi peserta.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, panitia masih terus menuntaskan sejumlah detail teknis. Harapannya, Temu Jurnalis Gorontalo tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperkuat ekosistem media, mempererat jejaring antarsesama jurnalis, serta mendorong lahirnya generasi baru yang memiliki ketertarikan terhadap dunia jurnalistik di Gorontalo.












