
PROSESNEWS.ID — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bergerak cepat merespons kondisi warga Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, yang dilaporkan mulai mengonsumsi bitule atau ubi hutan sebagai makanan sehari-hari.
Gusnar menginstruksikan Perum Bulog Gorontalo untuk segera menyalurkan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada masyarakat di desa tersebut. Langkah itu diambil setelah gubernur menerima laporan mengenai kondisi pangan sebagian warga yang berada di wilayah tersebut.
Bagi masyarakat Gorontalo yang tinggal di sekitar kawasan hutan atau perbukitan, bitule kerap menjadi makanan alternatif ketika musim kemarau atau paceklik. Bitule yang memiliki nama ilmiah Dioscorea hispida tumbuh liar di sejumlah kawasan hutan di Gorontalo.
Ubi tersebut memiliki rasa pahit dan dikenal mengandung senyawa kimia beracun apabila tidak diolah dengan cara yang tepat. Karena itu, konsumsi bitule umumnya berkaitan dengan kondisi keterbatasan pangan dan ketersediaan bahan makanan masyarakat.
“Kalau sudah makan bitule, itu pertanda kemarau sudah berkepanjangan. Oleh karena itu saya dengan pak Bupati telah memerintahkan kepada Bulog paling lambat sore ini untuk Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, bantuan beras cadangan pangan sudah disalurkan dan diterima masyarakat,” tegas Gusnar saat diwawancarai pada penyaluran beras CPP di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Selasa (8/9/2026).
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Gusnar Ismail bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyalurkan bantuan beras CPP di Kelurahan Hunggaluwa dan Kelurahan Tenilo.
Di Kelurahan Hunggaluwa, bantuan disalurkan kepada 850 kepala keluarga, sedangkan di Kelurahan Tenilo sebanyak 300 kepala keluarga. Masing-masing kepala keluarga menerima 30 kilogram beras untuk alokasi bantuan periode Juli, Agustus, dan September.
Gusnar mengatakan, penyaluran bantuan beras CPP akan dilanjutkan untuk periode berikutnya hingga akhir tahun, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Hari ini saya menyerahkan bantuan beras di dua lokasi di Kabupaten Gorontalo. Insya Allah sesuai dengan informasi yang saya baca di media, bapak Presiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan agar bantuan beras CPP ini disalurkan sampai bulan Desember. Jadi setelah ini akan diproses untuk bulan Oktober, November, dan Desember,” pungkas Gusnar.











