Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Penelitian UNG Ubah Tongkol Jagung Jadi Material Bangunan Berteknologi Pasif

Editor by Editor
11 Jan 2026 20:23
in Universitas Negeri Gorontalo

PROSESNEWS.ID – Sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di kawasan Indonesia Timur, Gorontalo kerap dihadapkan pada persoalan klasik berupa tumpukan limbah tongkol jagung yang berakhir sebagai sampah atau sekadar bahan bakar tradisional. Namun, melalui tangan tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG), limbah pertanian tersebut justru bertransformasi menjadi material bangunan inovatif yang mampu mendinginkan rumah secara alami tanpa bantuan energi listrik.

Inovasi yang diberi nama Eco-Cooler ini lahir dari penelitian berjudul “Integrasi Eco-Cooler Berbahan Limbah pada Desain Rumah Ramah Lingkungan sebagai Strategi Menuju Arsitektur Berkelanjutan.” Penelitian tersebut diketuai oleh Niniek Pratiwi, S.T., M.T., bersama anggota tim Dr. Ernawati, S.T., M.T., dan Dr. Rahmatiah, S.Pd., M.Si., serta melibatkan mahasiswa Program Studi Arsitektur.

“Inovasi ini dari limbah “Harta Karun” yang terbuang hasil pertanian masyarakat Gorontalo. Melalui program Riset Akselerasi Publikasi Internasional (RAPI) 2025 dari LPPM UNG, peneliti ingin membuktikan bahwa tongkol jagung memiliki potensi luar biasa bagi industri konstruksi,” ujar Niniek.

Eco-Cooler berfokus pada pemanfaatan limbah tongkol jagung—komoditas unggulan Gorontalo—sebagai sistem pendingin pasif tanpa listrik yang mampu menurunkan suhu ruang secara alami. Limbah tersebut diolah menjadi dua bentuk material, yakni abu tongkol jagung (Corn Cob Ash/CCA) dan serbuk tongkol jagung (Corn Cob Powder/CCP), yang digunakan sebagai substitusi sebagian semen dan pasir dalam pembuatan panel ventilatif bangunan.

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan temuan yang signifikan. Penggunaan material limbah jagung CCA mampu membuat panel bangunan menjadi lebih ringan hingga 20 persen, sementara CCP mencapai 40 persen dibandingkan roster beton konvensional. Kendati demikian, material tersebut tetap memiliki kekuatan struktural yang tinggi.

“Data kami menunjukkan bahwa varian CCA 10% mampu mencatat kekuatan tekan hingga 46,18 MPa. Angka ini melampaui standar beton padat kelas I (SNI), yang berarti material ini sangat layak dan aman untuk diaplikasikan pada struktur bangunan ringan,” terang Niniek.

Secara teknis, Eco-Cooler bekerja melalui desain ventilasi yang mengandalkan prinsip aerodinamika untuk menurunkan suhu ruang secara alami. Dengan mekanisme tersebut, rumah tetap terasa sejuk meskipun berada pada kondisi cuaca panas, sehingga dapat menekan penggunaan pendingin ruangan (AC) yang boros energi listrik.

Inovasi ini menjadi wujud nyata penerapan konsep ekonomi sirkular. Penelitian tersebut tidak hanya menawarkan solusi atas persoalan limbah pertanian di Gorontalo, tetapi juga menghadirkan produk bernilai tambah tinggi yang mendukung efisiensi energi serta pengembangan bangunan tropis berkelanjutan.

Tags: arsitektur berkelanjutanbangunan hemat energieco-coolerekonomi sirkularinovasi UNGlimbah tongkol jagungmaterial bangunan ramah lingkunganpendingin alami tanpa listrikriset perguruan tinggiteknologi bangunan tropis
ShareTweetSendSharePin1

Berita Terkait

No Content Available
Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Universitas Negeri Gorontalo

Ancaman Mikroplastik di Teluk Tomini, 100 Persen Sampel Ikan Konsumsi di Torosiaje Terkontaminasi

by Rijal Zulkarnaen
19 Jan 2026
0

PROSESNEWS.ID, Pohuwato – Laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat Bajo di Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, kini menyimpan ancaman...

Tilang Manual di Gorontalo Hanya Dilakukan oleh Perwira Bersertifikasi

20 Jan 2026

Tuduhan Pembiaran Amdal Dinilai Salah Kaprah, DLHK Beri Klarifikasi

14 Jan 2026
Oplus_131072

Petani Gorontalo Makin Sejahtera, NTP Ungguli di Indonesia Timur

6 Jan 2026

Dari Anggaran hingga Riset, UNG Unggul di Anugerah Diktisaintek

20 Des 2025

Video Gisel Terbaru Kembali Viral, ini Aksinya

27 Sep 2021

TERBARU

Perkuat Syiar Islam, Bupati Azhari Serahkan 250 Pasang Seragam kepada BKMT Mawasangka

20 Jan 2026

Tilang Manual di Gorontalo Hanya Dilakukan oleh Perwira Bersertifikasi

20 Jan 2026

Polisi Ungkap Jaringan Curanmor Lintas Daerah, 5 Motor Diamankan

19 Jan 2026

Ancaman Mikroplastik di Teluk Tomini, 100 Persen Sampel Ikan Konsumsi di Torosiaje Terkontaminasi

19 Jan 2026

Rumah Warga di Desa Limehu Terbakar, Uang Puluhan Juta Ikut Ludes

18 Jan 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.