PROSESNEWS.ID – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ditetapkan sebagai mitra pelaksana Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) Tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).
Penetapan tersebut disambut positif oleh Rektor UNG bersama jajaran pimpinan universitas. UNG menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan program sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat pembelajaran Bahasa Inggris sejak jenjang sekolah dasar.
Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ditjen GTK Kemendikdasmen dan UNG pada 5 November 2026. Dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Prof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menandatangani PKS mewakili Rektor UNG sekaligus bertindak sebagai penanggung jawab program.
Program PKGSD-MBI merupakan bagian dari respons Kemendikdasmen melalui Ditjen GTK terhadap arahan Presiden mengenai pentingnya penguatan kemampuan Bahasa Inggris untuk mendukung pembangunan bangsa. Program ini juga menjadi langkah persiapan menuju penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028.
Dalam arahannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi guru, tetapi juga pada pembentukan motivasi dan kepercayaan diri (confidence) agar guru berani dan mampu mengajarkan Bahasa Inggris sederhana kepada siswa.
Melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan (fun learning), guru diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang menarik sehingga siswa sekolah dasar termotivasi dan percaya diri untuk mulai menggunakan Bahasa Inggris.
Dekan FSB UNG, Prof. Nonny Basalama, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif dan gerak cepat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNG. Dalam waktu satu minggu, program studi tersebut berhasil mempersiapkan dokumen persyaratan untuk dinilai oleh kementerian hingga UNG dinyatakan lolos sebagai mitra pelaksana.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dan gerak cepat Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Dalam waktu hanya satu minggu, seluruh dokumen yang diperlukan berhasil dipersiapkan dan Alhamdulillah UNG dipercaya menjadi mitra pelaksana. Kami menyadari bahwa waktu pelatihan selama 10 hari efektif relatif singkat. Namun, kami menyambut baik komitmen kementerian untuk mulai mengangkat kembali pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. Hal terpenting adalah membangun motivasi dan kepercayaan diri guru untuk mengajar Bahasa Inggris sederhana serta mampu menciptakan fun learning bagi anak-anak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk mengawal inisiatif tersebut secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi awal dari tahapan pengembangan berikutnya dalam memperkuat pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Melalui program ini, UNG menargetkan sebanyak 460 guru sekolah dasar di Provinsi Gorontalo mengikuti pelatihan. Pelaksanaannya akan melibatkan koordinasi dan kolaborasi antara UNG, KGTK Provinsi Gorontalo, serta dinas pendidikan kabupaten/kota.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menyenangkan sekaligus membangun kepercayaan diri siswa sejak dini.













