PROSESNEWS.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gorontalo menyiapkan inovasi pelayanan KTP COD (KTP Cepat, Online, dan Diantar) untuk memudahkan masyarakat memperoleh dokumen kependudukan tanpa harus datang kembali ke kantor pelayanan.
Inovasi tersebut dijadwalkan diluncurkan oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, pada Senin pekan depan. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Gorontalo, Muhtar Nuna, mengatakan program ini dirancang untuk mengubah pola pelayanan administrasi kependudukan agar lebih aktif menjangkau masyarakat.
Menurut Muhtar, melalui layanan tersebut, KTP elektronik (KTP-el) yang telah selesai dicetak akan diantarkan langsung kepada pemiliknya. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor Dukcapil hanya untuk mengambil dokumen tersebut.
“Gagasan ini menjadi upaya mengubah pola pelayanan yang selama ini lebih banyak menunggu masyarakat datang menjadi pelayanan yang aktif mendatangi warga,” jelas Muhtar, Sabtu (31/10/2026).
Ia mengungkapkan, pelaksanaan KTP COD akan dibagi ke dalam tiga pola layanan. Pertama, COD Prioritas, yakni pengantaran langsung ke rumah warga lanjut usia, penyandang disabilitas, orang sakit, serta kelompok rentan lainnya.
Kedua, COD Wilayah, berupa pengantaran dokumen secara kolektif dengan mengelompokkan alamat penerima berdasarkan desa atau kecamatan. Skema ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam satu kali perjalanan.
Ketiga, COD Reguler, yaitu layanan pengantaran bagi masyarakat umum yang mengajukan permohonan melalui WhatsApp resmi atau petugas pelayanan Dukcapil.
Muhtar menjelaskan, ketiga pola tersebut disiapkan untuk memastikan distribusi dokumen lebih terarah sekaligus menekan biaya operasional. Dalam pelaksanaannya, Dukcapil juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mendata penerima, mengatur jadwal pengantaran, serta memastikan KTP-el diterima langsung oleh pemiliknya.
“Melalui inovasi KTP COD, Dukcapil Kabupaten Gorontalo ingin mengubah pendekatan pelayanan administrasi kependudukan: bukan sekadar menunggu warga datang ke kantor, melainkan menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat,” tandasnya.










