
PROSESNEWS.ID – Direktorat Samapta Polda Gorontalo kembali menggelar Patroli Perintis Presisi guna mencegah kejahatan jalanan dan penyakit masyarakat.
Patroli tersebut menyasar berbagai potensi gangguan keamanan, seperti pencurian, narkoba, minuman keras (miras), judi, prostitusi, tawuran, senjata tajam, hingga balap liar.
Patroli dipimpin IPDA Almario A. Waworundeng dengan melibatkan 20 personel Dit Samapta. Kegiatan ini difokuskan pada penindakan tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah rawan Kota Gorontalo dan sekitarnya.
Ipda Mario mengatakan, patroli dimulai di Pasar Malam Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi. Di lokasi tersebut, personel berdialog dengan para tukang parkir untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengimbau agar segera melapor ke layanan 110 apabila terjadi gangguan keamanan.
Mario menjelaskan, Tim 3P (Patroli Perintis Presisi) juga menertibkan berbagai potensi gangguan lain yang kerap memicu tindak pidana 3C, seperti peredaran miras ilegal dan balap liar.
Dalam operasi itu, petugas mengamankan 10 liter miras dalam dua galon berukuran masing-masing lima liter atau setara 18 botol, serta dua botol cap tikus di Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat.
Selain itu, petugas juga menyita 22 botol cap tikus dan 11 botol bir bintang di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat.
Lebih lanjut, Ipda Mario mengatakan patroli dilanjutkan ke wilayah Kota Gorontalo. Di lokasi tersebut, personel kembali menyita 31 botol cap tikus, 10 botol bir bintang, sembilan botol Kasegaran, sembilan botol bir hitam ukuran besar, dan satu botol bir hitam ukuran kecil di wilayah Kecamatan Kota Utara.
Tak hanya itu, Tim 3P juga menerima laporan terkait aksi balap liar di Jalan GOR, Desa Talulobutu Selatan, Kabupaten Bone Bolango.
“Kami membubarkan aksi balap liar dan memberikan pembinaan disiplin ringan berupa push up kepada para remaja dan 114 botol barang bukti miras yang diamankan akan diproses lebih lanjut,” kata Mario.
Sementara itu, Direktur Samapta Polda Gorontalo, KBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, menjelaskan patroli 3C dilakukan pada jam rawan, yakni pukul 20.00 hingga 04.00 Wita, guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
“Kehadiran personel di lapangan adalah upaya pencegahan. Tapi kunci utama tetap ada pada masyarakat, jangan kasih kesempatan pelaku beraks,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara umum situasi kamtibmas di wilayah Gorontalo tetap kondusif dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Secara umum situasi kamtibmas kondusif. Respon masyarakat terhadap Patroli Perintis Presisi sangat positif. Kehadiran Polri di lapangan memang ditujukan untuk mencegah tindak kriminalitas dan gangguan kamtibmas sebelum terjadi,dan apabila melihat potensi gangguan keamanan langsung hubungi Call center 110,” tutup KBP Satrya Perdana.













