
PROSESNEWS.ID — Pemerintah Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani untuk mendukung pengelolaan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Penyaluran perdana dilakukan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (1/10/2026).
Dari total 487 unit alsintan yang disiapkan pemerintah provinsi, sebanyak 41 unit diserahkan pada tahap awal. Bantuan tersebut terdiri atas tiga unit traktor, tiga unit mesin pemangkas, dan 35 unit handsprayer.
Program bantuan tersebut memiliki total anggaran Rp3.181.855.000 dan diperuntukkan bagi petani di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan, penyediaan alsintan merupakan bagian dari upaya pemerintah mendekatkan sarana produksi kepada petani.
Menurutnya, alat pertanian yang tersedia harus mudah dijangkau dan siap digunakan saat petani membutuhkannya.
“Alat ini kita dekatkan kepada petani, supaya mudah digunakan dan siap digunakan oleh petani,” kata Gusnar.
Ia menjelaskan, usulan bantuan alsintan dapat berasal dari dua jalur. Pertama melalui lembaga legislatif dan kedua melalui jalur eksekutif, mulai dari pemerintah desa, camat hingga pemerintah kabupaten.
Aspirasi yang masuk kemudian diteruskan kepada pemerintah provinsi untuk ditindaklanjuti berdasarkan kebutuhan petani.
“Kemudian kami di provinsi segera memikirkan aspirasi itu, kemudian langsung diserahkan kepada bapak dan ibu petani,” ujarnya.
Gusnar juga meminta pemerintah di berbagai tingkatan untuk terus memperhatikan kebutuhan petani agar bantuan yang diberikan dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pertanian.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengingatkan agar bantuan yang diterima petani tidak sekadar menjadi inventaris, tetapi dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan di lahan.
Ia mengatakan, efektivitas pemanfaatan bantuan perlu dipantau secara berkala. Jika ditemukan alsintan yang tidak digunakan, pemerintah akan melihat langsung persoalan yang menjadi penyebabnya.
“Kita akan berkunjung ke lokasi, melihat langsung dan menemukan kendalanya. Kalau ada masalah, kita carikan solusinya,” ujar Sofyan.
Menurutnya, evaluasi diperlukan agar setiap bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan dampak terhadap kegiatan produksi petani.
Selain pemanfaatan alsintan, Sofyan menyoroti masih adanya lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara maksimal di Kabupaten Gorontalo.
Kondisi musim kemarau saat ini, kata dia, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pemanfaatan lahan. Namun, setelah musim kemarau berakhir, lahan yang tersedia diharapkan dapat kembali diolah.
“Masih banyak lahan tidur. Mungkin sekarang masih musim kemarau, tetapi pasca kemarau kita tetap bisa maksimalkan lahan yang ada,” katanya.
Penyaluran alsintan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendukung petani, terutama untuk mempermudah pengolahan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Pemerintah juga menekankan pentingnya keterlibatan perangkat desa, kecamatan, dan kabupaten dalam memastikan bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh petani.









