Ironis! Tak Lolos Uji Kompetensi OJK, Rudiyanto Katili Tetap Ngotot Incar Direksi BSG

PROSESNEWS.ID – Kepercayaan diri Rudiyanto Katili untuk menduduki kursi Direktur Dana dan Treasury Bank SulutGo (BSG) tampaknya tidak goyah, meski dirinya telah menyandang predikat tidak lolos uji kompetensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Benar saja, kengototan itu didukungan oleh tiga bupati di Gorontalo (Kupaten Gorontalo, Boalemo, dan Pohuwato).

Kepastian majunya kembali figur yang sempat gagal pada fit and proper test Agustus 2026 ini, menjadi perbincangan di warung-warung kopi di Gorontalo. Pasalnya, jabatan yang diincar merupakan posisi sangat strategis yang mengelola likuiditas dan miliaran dana daerah, namun proses pengisiannya justru dipaksakan menggunakan figur yang tidak lolos otoritas tertinggi perbankan.

Rudiyanto resmi masuk dalam dua nama kandidat yang disepakati para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) BSG di Manado, Jumat (30/10/2026). Ia bakal bersaing dengan Iskandar Modjo untuk kembali diuji oleh OJK.

Inilah yang menjadi ironis, meski tahu bahwa Rudiyanto Katili tak lolos OJK, bisa-bisanya 3 Kabupaten di Gorontalo kembai mendukungnya. Hal ini, menjadi topik tanya di khalayak Gorontalo karena bagaimana mungkin seorang yang tak kompoten, lalu didukung kembali?

Manuver demi meloloskan Rudiyanto itu, aromanya terasa saat sidang RUPS-LB sempat diwarnai aksi drama walk out (WO). Bupati Boalemo Rum Pagau bersama Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga nekat meninggalkan ruangan setelah sempat melakukan interupsi keras demi memperjuangkan nama Rudiyanto yang sebelumnya digagalkan OJK.

Namun, Kepala OJK Sulutgo, Robert Sianipar, menyatakan bahwa aturan memang memperbolehkan calon yang gagal uji kompetensi untuk maju kembali minimal enam bulan setelah penilaian. Kendati demikian, Rudiyanto tetap diwajibkan menjalani seluruh rangkaian pemeriksaan administrasi serta penilaian kemampuan dan kepatutan ulang dari nol.

Aroma dipaksakannya nama Rudiyanto Katili ini memicu tanda tanya besar di khalayak umum. Pertimbangan kompetensi dan profesionalitas perbankan dinilai telah bergeser menjadi sekadar ego keterwakilan daerah dan kepentingan politik para kepala daerah, seolah-olah Gorontalo telah krisis figur perbankan lain yang jauh lebih kompeten dan bersih dari catatan kegagalan OJK, sementara Gorontalo masih punya nama-nama yang punya potensi didukung dan diuji.

Sementara itu, kekosongan jabatan Direktur Dana dan Treasury BSG untuk sementara diisi oleh Direktur Utama BSG, Revino Pepah, sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Penunjukan tersebut merupakan keputusan RUPS-LB sembari menunggu proses penetapan direktur definitif.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus selaku Pemegang Saham Pengendali BSG menyatakan, pengisian jabatan definitif tersebut akan kembali dibahas dalam RUPS reguler pada Januari atau Februari 2027.

Dengan demikian, meski Rudiyanto Katili telah masuk dalam dua nama kandidat yang disepakati pemegang saham, penentuan siapa yang akan menduduki kursi Direktur Dana dan Treasury masih menunggu keputusan RUPS berikutnya serta proses persetujuan OJK.

Tinggalkan Balasan