
PROSESNEWS.ID – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyalurkan 8.388 bibit kelapa dalam kepada kelompok tani di Kecamatan Mootilango. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program hilirisasi perkebunan kelapa yang didukung Kementerian Pertanian RI untuk mendorong peningkatan produktivitas dan pengembangan komoditas kelapa di Kabupaten Gorontalo.
Penyaluran bibit dilakukan sebagai upaya memperkuat sektor perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Sofyan Puhi mengatakan Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu daerah penerima bantuan bibit kelapa karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perkebunan.
“Kami memilih kelapa karena komoditas ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Gorontalo dan memiliki nilai ekonomi yang besar untuk dikembangkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyaluran di Kecamatan Mootilango merupakan tahap akhir dari rangkaian distribusi bantuan bibit kelapa yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah kecamatan lainnya.
Sebanyak 8.388 bibit kelapa disalurkan untuk lahan seluas 76,25 hektare yang tersebar di Desa Pilomonu, Paris, Satria, dan Payu.
Sofyan berharap para petani dapat segera melakukan penanaman dan memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal. Ia juga meminta para penyuluh pertanian untuk terus melakukan pendampingan serta evaluasi secara berkala agar program dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Darwan Usman, mengungkapkan bahwa hingga saat ini total bibit kelapa yang telah disalurkan mencapai 44.000 pohon untuk areal perkebunan seluas 400 hektare. Dari jumlah tersebut, progres penanaman telah mencapai sekitar 120 hektare atau 30 persen.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon, Kardiono, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mendukung program hilirisasi perkebunan kelapa.
Ia menjelaskan bahwa program pengembangan kelapa secara nasional menargetkan areal seluas 200 ribu hektare yang akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia selama periode 2025–2027.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap pengembangan perkebunan kelapa tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat yang bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.












