
PROSESNEWS.ID – Pelatih Combat Sport Gorontalo, Moh Eko Wahyu Azhari N. Baladraf atau yang akrab disapa Coach Eko, kembali menorehkan prestasi dengan meraih Sertifikasi Tenaga Penggerak Olahraga Nasional (TPON) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.
Sertifikasi tersebut diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Dari sekitar 1.800 peserta yang mendaftar, hanya sekitar 200 peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan program batch 1 dengan nilai kelulusan 100 persen. Salah satu dari 3 peserta Gorontalo yang berhasil menyelesaikannya adalah Eko, yang menjadi perwakilan dari Gorontalo.
Prestasi ini semakin melengkapi deretan lisensi dan sertifikasi yang dimiliki Eko sebagai pelatih olahraga tarung. Ia tercatat memiliki sertifikasi Muaythai Institute Indonesia Qualified Instructor, Pelatih Madya Kickboxing Indonesia, Indonesian Representative of Gorontalo World Mixed Martial Arts Federation (WMMAF), serta Pelatih Nasional Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA).
Tidak hanya berkiprah sebagai pelatih, Eko juga memiliki pengalaman sebagai atlet berprestasi tingkat nasional. Ia pernah meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional MMA di Bekasi tahun 2022 dan medali perak cabang olahraga Kickboxing pada PON Papua XX tahun 2021.
Saat ini, Eko aktif membina atlet-atlet muda melalui Monster Punch Training Camp Gorontalo yang menjadi salah satu pusat pembinaan olahraga combat sport di daerah tersebut.
Eko mengatakan, sertifikasi yang diperolehnya merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga sekaligus memperkuat pembinaan atlet di Gorontalo.
“Alhamdulillah saya bersyukur bisa menyelesaikan program Sertifikasi Tenaga Penggerak Olahraga Nasional dari Kemenpora RI dengan hasil maksimal. Program ini memberikan banyak wawasan baru tentang pengembangan olahraga, manajemen organisasi, hingga strategi membangun ekosistem olahraga yang lebih baik,” ujar Eko.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi akan diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet di Monster Punch Training Camp Gorontalo.
“Bagi saya, sertifikat ini bukan sekadar pengakuan kompetensi, tetapi tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam memajukan olahraga di Gorontalo. Saya ingin ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam pembinaan atlet, pengembangan komunitas olahraga, serta melahirkan dan membentuk atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora RI yang telah membuka kesempatan bagi insan olahraga dari seluruh Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi melalui program TPON.
“Terima kasih kepada Kemenpora RI atas kesempatan yang diberikan. Semoga semakin banyak pelatih, atlet, dan pegiat olahraga di Gorontalo yang termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri demi kemajuan olahraga daerah,” pungkasnya.













