PROSESNEWS.ID – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mendorong optimalisasi peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Provinsi Gorontalo. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Posyandu Provinsi Gorontalo Tahun 2026.
Dalam arahannya, Gusnar menyampaikan bahwa penurunan stunting merupakan isu nasional yang membutuhkan perhatian serius serta kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis karena menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam memantau tumbuh kembang ibu dan anak.
Ia mengungkapkan, angka stunting di Provinsi Gorontalo telah mengalami penurunan dari 23 persen menjadi 18 persen. Capaian tersebut patut diapresiasi. Namun, upaya penurunan stunting perlu terus diperkuat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Melalui program Posyandu, kita berharap angka stunting di Gorontalo dapat terus ditekan hingga mencapai rata-rata nasional, yakni sekitar 13 sampai 14 persen,” ujarnya.
Menurut Gusnar, pencapaian target tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada satu sektor. Diperlukan kerja sama secara kolektif kolegial dengan melibatkan seluruh unsur pemerintah, Tim Pembina Posyandu, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa sinergi dan komitmen bersama menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan program percepatan penurunan stunting. Melalui kolaborasi yang kuat, berbagai program Posyandu diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Rapat Koordinasi Tim Posyandu Provinsi Gorontalo Tahun 2026 tersebut diharapkan dapat membangun kesamaan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam mengoptimalkan fungsi Posyandu.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, serta bebas stunting.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada desa-desa yang berprestasi dalam menurunkan angka stunting.






