
PROSESNEWS.ID — Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai memetakan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan wisata berbasis konservasi dengan mengangkat potensi burung maleo, tarsius, serta kopi Pinogu.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan Pinogu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata yang memadukan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sultan saat mendampingi Gubernur Gorontalo dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Pinogu. Kunjungan tersebut menjadi momentum pemerintah untuk berdialog langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi terkait pengembangan berbagai potensi daerah.
Dalam dialog yang berlangsung di Desa Bangio, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata. Salah satunya pembangunan Taman Wisata Penangkaran Burung Maleo yang dilengkapi dengan pos pemantauan.
Sultan menilai usulan tersebut menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menyusun arah pengembangan pariwisata di Pinogu. Keberadaan burung maleo tidak hanya berpotensi menjadi daya tarik wisata, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi dan konservasi.
Selain maleo, masyarakat turut menyampaikan potensi wisata pemantauan tarsius. Menurut Sultan, potensi tersebut dapat dikembangkan secara terintegrasi dengan wisata alam dan edukasi, dengan tetap memperhatikan kelestarian habitat serta lingkungan.
Potensi lain yang menjadi perhatian adalah kopi Pinogu. Dari sektor ekonomi kreatif, Sultan melihat komoditas tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui proses hilirisasi.
Pengembangan kopi, kata dia, tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pengolahan, pengemasan, pengembangan produk turunan, hingga perluasan pemasaran. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah kopi Pinogu sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sultan mengatakan, pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Pinogu membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan terkait perlu mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.
“Aspirasi masyarakat ini tentu menjadi masukan bagi kami. Kita ingin potensi lokal seperti maleo, tarsius dan kopi Pinogu dapat dikembangkan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama,” kata Sultan.
Ia menambahkan, pengembangan berbasis potensi lokal harus dilakukan secara berkelanjutan. Pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mampu menjaga lingkungan serta membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.
Kunjungan kerja Gubernur Gorontalo ke Pinogu diharapkan menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat. Disparekrafpora Provinsi Gorontalo akan melihat peluang pengembangan potensi Pinogu sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Dengan kekayaan alam dan komoditas lokal yang dimiliki, Pinogu memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kawasan yang memadukan konservasi, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.












