Bulog Gorontalo Rutin Monitoring Pasokan Beras SPHP Demi Jaga Stabilitas Pangan

 

PROSESNEWS.ID – Perum Bulog Kantor Cabang Gorontalo terus memperketat pengawasan demi menjamin kelancaran distribusi pangan. Langkah ini dibuktikan melalui monitoring langsung di empat titik jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) di Kota Gorontalo untuk memastikan ketersediaan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap aman bagi masyarakat, Jumat (30/10/2026).

Monitoring ini juga merupakan bagian dari komitmen pengawasan rutin yang konsisten digelar Bulog setiap hari Senin dan Jumat di wilayah Gorontalo.

Secara keseluruhan, Bulog mengandalkan sebaran jaringan yang luas untuk mendekatkan komoditas pangan murah kepada masyarakat. Saat ini, terdapat 74 RPK yang beroperasi aktif di dalam area pasar tradisional, sementara 101 unit lainnya tersebar di luar kawasan pasar. Strategi penempatan ini sengaja dirancang guna memperluas aksesibilitas masyarakat dalam menjangkau beras SPHP berkualitas.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Gorontalo, Firmansyah, S.H, mengatakan, pasar tradisional tetap menjadi prioritas utama dalam rantai penyaluran beras SPHP. Hal ini mengingat posisinya yang krusial sebagai pusat pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

“Batas maksimal transaksi hingga 2 ton, kami di Bulog Cabang Gorontalo menerapkan kebijakan yang fleksibel dan adaptif. Volume pasokan disesuaikan langsung dengan kapasitas serap masing-masing mitra. Saat ini, rata-rata pengambilan oleh RPK berkisar 500 kilogram per pekan, dan pasokan tersebut terserap habis dalam waktu sepekan,” katanya.

Menurutnya, tren tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan dan kebutuhan mitra serta masyarakat terhadap kehadiran beras SPHP. Dengan menyesuaikan pasokan berdasarkan daya tampung tiap pengecer, distribusi pangan dinilai jauh lebih efektif sekaligus mencegah terjadinya penumpukan stok di satu titik.

Kendati demikian, Firmansyah memberikan peringatan tegas kepada seluruh pengelola RPK agar senantiasa mematuhi regulasi yang berlaku. Mitra dilarang keras memanipulasi atau mengubah kemasan asli beras SPHP, serta dilarang menyalurkan kembali komoditas ini ke warung-warung kecil untuk diperjualbelikan kembali di atas harga ketentuan.

“Integritas terhadap aturan distribusi adalah kunci utama untuk memastikan program SPHP ini tepat sasaran. Melalui pengawasan berkala pada 175 jaringan RPK yang ada, Bulog berkomitmen penuh menjaga stabilitas pasokan agar manfaat beras SPHP dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan