PROSESNEWS.ID – Serapan tenaga kerja oleh perusahaan tambang PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) dan sektor pertambangan lainnya memberi efek berantai bagi daya beli warga Kabupaten Pohuwato.
Efek berantai atau multiplier effect terjadi ketika pendapatan pekerja dibelanjakan di sekitar tempat tinggal mereka. Belanja tersebut menggerakkan warung, pasar, dan usaha jasa, yang kemudian ikut membuka lapangan kerja baru.
PETS tercatat sebagai salah satu perusahaan tambang di Pohuwato yang memberikan kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
Jejak efek tersebut terlihat pada data Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah penduduk Pohuwato yang bekerja per Agustus 2025 mencapai 81.719 orang, bertambah 1.047 orang dibanding tahun sebelumnya.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Pohuwato juga turun ke 2,83 persen, menyusut 0,29 persen poin dibanding Agustus 2024.
Dampak lanjutan terlihat pada angka kemiskinan. Kepala BPS Kabupaten Pohuwato, Harim Imran, mengungkapkan persentase penduduk miskin pada 2026 turun ke 13,35 persen, dari 15,24 persen pada 2025.
Jumlah warga miskin berkurang 2.890 jiwa menjadi 23,21 ribu jiwa, penurunan paling signifikan sejak 2015.
Secara makro, ekonomi Pohuwato pada triwulan II-2026 tumbuh 12,61 persen, naik dari 10,24 persen pada triwulan I-2026.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyebut lonjakan ekonomi tersebut disokong interkoneksi sektor industri pertambangan dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.













