
PROSESNEWS.ID – Antusiasme peserta dari berbagai daerah mewarnai pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Tani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Gorontalo. Berdasarkan data sementara panitia pelaksana, Provinsi Kalimantan Timur menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak yang hadir pada ajang nasional tersebut.
Tercatat, Kalimantan Timur mengirimkan sebanyak 530 peserta, menjadikannya kontingen terbesar di antara seluruh provinsi yang mengikuti PENAS Tani Nelayan XVII.
Di posisi kedua terdapat Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah 323 peserta, disusul Kalimantan Selatan sebanyak 210 peserta. Sementara itu, Provinsi Sulawesi Selatan menempati posisi keempat dengan 185 peserta, sedangkan Kalimantan Tengah berada di urutan kelima dengan jumlah 161 peserta.
Panitia pelaksana menyebutkan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. Jumlah peserta masih berpotensi bertambah seiring proses registrasi yang terus berlangsung hingga seluruh rangkaian kegiatan dimulai.
PENAS Tani Nelayan XVII secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang hadir langsung di Kabupaten Gorontalo untuk membuka kegiatan nasional tersebut.
Ajang yang berlangsung selama enam hari, mulai 20 hingga 25 Juni 2026, menjadi wadah pertemuan petani, nelayan, penyuluh pertanian, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia.
Selain menjadi sarana berbagi pengalaman dan inovasi, PENAS juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarwilayah dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan nasional. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai provinsi turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan sektor pariwisata di Gorontalo sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
Dengan tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah, PENAS Tani Nelayan XVII menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kolaborasi dalam membangun ketahanan pangan nasional menuju sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.












